Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa Prancis tidak akan ikut operasi militer untuk membuka atau mengamankan Selat Hormuz, menanggapi komentar Presiden Donald Trump yang menyebut Paris bersedia membantu.
“Kami tidak terlibat dalam konflik, dan oleh karena itu Prancis tidak akan ambil bagian dalam operasi untuk membuka atau membebaskan Selat Hormuz dalam konteks saat ini,” kata Macron di awal rapat kabinet mengenai konflik di Timur Tengah.
Meski begitu, Prancis sedang merancang upaya sendiri untuk membentuk koalisi internasional yang dapat mengawal kapal-kapal komersial di selat tersebut setelah situasi keamanan stabil, tanpa peran langsung Amerika Serikat. “Kami yakin setelah situasi mereda yakni setelah serangan utama berhenti kami siap bersama negara lain untuk mengelola sistem pengawalan kapal,” tegas Macron.
Baca Juga: Trump Klaim Bisa Melakukan Apa Saja terhadap Kuba
Konflik AS-Israel dengan Iran telah mendorong peningkatan harga minyak global dan memengaruhi jalur pelayaran. Prancis telah berdiskusi dengan negara-negara Eropa, Asia termasuk India, dan negara-negara Teluk untuk merancang rencana jangka panjang pengawalan kapal. Namun, langkah ini memerlukan koordinasi politik dan teknis, termasuk diskusi dengan Iran untuk meredakan ketegangan.
Seorang pejabat militer Prancis menegaskan, pihaknya bertindak secara independen dari Amerika Serikat. Setiap misi potensial untuk melindungi Selat Hormuz harus mencakup gencatan senjata atau pengurangan permusuhan, serta negosiasi sebelumnya dengan Iran. "Misi ini harus bersifat internasional dan kolaboratif,” ujar dia.
Sementara itu, kegiatan angkatan laut Uni Eropa di wilayah ini fokus pada misi Aspides di Laut Merah sejak 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok pro-Iran, dan para menteri luar negeri UE sepakat tidak memperpanjang mandat misi tersebut.













