kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Penjualan Rumah Bekas di AS Naik, Meski Ada Risiko Inflasi Efek Konflik Timur Tengah


Selasa, 17 Maret 2026 / 21:29 WIB
Penjualan Rumah Bekas di AS Naik, Meski Ada Risiko Inflasi Efek Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. TRUMP/TARIFFS-COURT (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kontrak pembelian rumah bekas di Amerika Serikat naik tak terduga pada Februari, seiring turunnya suku bunga hipotek. Meski kenaikan lebih lanjut akan terbatas akibat perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.

Indeks penjualan rumah yang sedang dalam proses (pending home sales index) naik 1,8% menjadi 72,1 pada bulan lalu, menurut National Association of Realtors (NAR). Sebelumnya, para ekonom memprediksi kontrak akan turun 0,5%. 

Kenaikan tercatat di wilayah Barat, Selatan yang padat penduduk, dan Midwest, sementara di Timur Laut justru menurun. Dibandingkan tahun lalu, penjualan rumah tertunda turun 0,8%.

Baca Juga: Bank Negara Teluk Bisa Kehilangan Dana Simpanan US$ 307 Miliar Jika Perang Berlanjut

Penurunan suku bunga hipotek terjadi awal tahun setelah Presiden Donald Trump memerintahkan perusahaan pembiayaan rumah pemerintah, Fannie Mae dan Freddie Mac, untuk memperluas pembelian surat berharga berbasis hipotek. 

Namun, dalam beberapa minggu terakhir suku bunga meningkat karena perang AS-Israel melawan Iran mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik. Suku bunga hipotek biasanya mengikuti imbal hasil obligasi 10-tahun.

“Naiknya kontrak yang tertunda ini tampaknya didorong oleh kondisi keterjangkauan yang lebih baik,” kata Lawrence Yun, kepala ekonom NAR. Namun, kondisi ini bisa berbalik jika harga minyak yang tinggi menaikkan suku bunga hipotek.

Keterjangkauan rumah menjadi isu politik penting menjelang pemilihan tengah periode November. Trump pekan lalu menandatangani perintah untuk meningkatkan akses kredit hipotek dan menghapus hambatan regulasi untuk pembangunan rumah terjangkau. 

Para ekonom dan agen properti menekankan bahwa peningkatan pasokan rumah akan membantu mengatasi tantangan keterjangkauan, terutama untuk rumah pemula.

Namun, pembangunan rumah keluarga tunggal belum meningkat karena biaya bahan bangunan mahal akibat tarif impor, serta kekurangan tenaga kerja akibat kebijakan imigrasi pemerintah. Selain itu, terbatasnya lahan bangunan dan penjualan rumah baru yang lambat meninggalkan kelebihan properti tak terjual, membatasi kemampuan pengembang membangun rumah baru.

Baca Juga: Setelah Anthropic, Pentagon Pilih OpenAI untuk Proyek AI Rahasia

Data pemerintah menunjukkan, sekitar 943.000 unit rumah dibangun pada 2025, turun dari 1,016 juta unit pada 2024. Survei pekan lalu juga menunjukkan sentimen pengembang sedikit berubah, dengan kekhawatiran tetap tinggi terkait biaya konstruksi, kelangkaan lahan, dan tenaga kerja.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×