kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Thailand Jajaki Impor Minyak Mentah Rusia, Targetkan Harga Solar Tetap Terkendali


Selasa, 17 Maret 2026 / 11:01 WIB
Thailand Jajaki Impor Minyak Mentah Rusia, Targetkan Harga Solar Tetap Terkendali
ILUSTRASI. MARKETS-STOCKS/EARNINGS (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BANGKOK. Pemerintah Thailand mulai menjajaki pembelian minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi dan menekan harga bahan bakar di dalam negeri.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan pembahasan awal sudah dilakukan dengan pemerintah Rusia. 

Inisiatif ini juga telah diangkat oleh Menteri Luar Negeri Thailand dalam pertemuan di Eropa pada Senin (16/3/2026).

Ia menyebut, proses negosiasi terkait potensi impor minyak mentah Rusia saat ini masih berlangsung.

Baca Juga: Bahlil: Impor Minyak Mentah dari AS Dimulai Bertahap, RI Siapkan Storage 90 Hari

Langkah ini diambil di tengah tekanan harga energi global yang masih tinggi dan berpotensi membebani perekonomian domestik. 

Pemerintah Thailand berupaya mencari sumber pasokan alternatif dengan harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menahan harga solar di dalam negeri agar tidak melampaui 33 baht per liter, atau sekitar US$1,02.

Baca Juga: Indonesia Mulai Impor Minyak Mentah dari Amerika Serikat di Akhir 2025

Upaya ini diharapkan bisa meredam dampak kenaikan harga energi terhadap sektor transportasi dan biaya logistik, yang pada akhirnya berpengaruh ke inflasi.


Tag


TERBARU

[X]
×