Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Militer Taiwan menandatangani kontrak dengan perusahaan teknologi pertahanan asal Amerika Serikat (AS), Shield AI, untuk mengintegrasikan teknologi mereka dalam pengembangan sistem nirawak cerdas.
Melansir Reuters Kamis (12/2/2026), langkah ini bertujuan memperkuat kemampuan drone Taiwan di tengah meningkatnya tekanan militer dari China.
Baca Juga: Malaysia Naikkan Harga Referensi CPO Maret, Bea Keluar Tetap 9%
Shield AI menyebut kolaborasi tersebut sebagai “fondasi penting” yang berpotensi membuka adopsi lebih luas perangkat lunak otonom di lembaga riset militer utama Taiwan, National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST).
Dalam kesepakatan tersebut, NCSIST akan mengintegrasikan platform Hivemind milik Shield AI ke dalam sistem nirawak yang dikembangkan Taiwan.
Perusahaan berbasis Silicon Valley itu mengatakan teknologi tersebut diharapkan dapat “melipatgandakan” daya tempur Taiwan yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia.
“Kami membantu memungkinkan pasukan drone yang tengah dibangun Taiwan dengan pilot AI mutakhir yang memungkinkan drone bekerja dalam tim dan tetap beroperasi meski GPS dan komunikasi dijamming,” ujar Presiden sekaligus salah satu pendiri Shield AI, Brandon Tseng, mantan anggota Navy SEAL AS.
Kerja sama ini berlangsung ketika Taiwan berupaya memperluas hubungan keamanan dengan AS, termasuk dalam pengembangan dan produksi bersama sistem persenjataan.
Baca Juga: Rupiah Melemah Kamis (12/2) Pagi di Tengah Pergerakan Terbatas Mata Uang Asia
Di saat yang sama, China terus meningkatkan tekanan militer guna memaksa pulau yang diperintah secara demokratis itu menerima klaim kedaulatan Beijing.
Sebagai bagian dari strategi “perang asimetris”, Taipei mendorong pengadaan sistem nirawak yang lebih murah dan dalam jumlah besar untuk mempersulit potensi serangan China.
Shield AI tidak mengungkapkan nilai finansial dari kontrak tersebut.













