kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Mengejutkan! Trump Tunda Larangan Teknologi China Jelang Bertemu Xi


Jumat, 13 Februari 2026 / 05:26 WIB
Mengejutkan! Trump Tunda Larangan Teknologi China Jelang Bertemu Xi
ILUSTRASI. Kebijakan Trump tunda larangan teknologi China, termasuk TP-Link dan China Telecom. Kritikus sebut ini ancam keamanan nasional AS. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Presiden Donald Trump menunda sejumlah kebijakan penting terkait keamanan teknologi yang menargetkan China, menjelang pertemuan puncak antara Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada April.

Sumber Reuters mengatakan, kebijakan yang ditunda mencakup larangan operasi China Telecom di Amerika Serikat serta pembatasan penjualan peralatan buatan China untuk pusat data (data center) di AS.

Selain itu, AS juga menunda rencana pelarangan penjualan router merek TP-Link di pasar domestik, serta bisnis internet China Unicom dan China Mobile di AS. Menurut empat sumber yang menolak disebutkan namanya, pemerintah juga menunda aturan yang akan melarang penjualan truk dan bus listrik buatan China di Amerika.

Para sumber menilai, keputusan ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Langkah tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa pemerintahan Trump berupaya menahan kebijakan yang berpotensi memancing ketegangan dengan Beijing, menyusul gencatan dagang yang dicapai antara Xi dan Trump pada Oktober lalu.

Dalam pertemuan itu, China juga berjanji menunda pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth) yang sangat penting bagi industri teknologi global.

Baca Juga: Privasi Digital: Rusia Resmi Blokir WhatsApp, Ada Apa?

Departemen Perdagangan AS membela langkah tersebut dengan menyatakan bahwa pemerintah tetap aktif menggunakan kewenangannya untuk mengatasi risiko keamanan nasional dari teknologi asing, dan akan terus melakukannya.

Namun, meski langkah ini dinilai dapat membantu meredakan ketegangan dagang akibat perang dagang Trump yang mahal, sejumlah pengkritik menilai kebijakan ini justru membuat pusat data dan sektor teknologi AS lebih rentan terhadap ancaman dari China. Kekhawatiran ini muncul di tengah lonjakan pembangunan data center untuk memenuhi permintaan kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat.

“Di saat kita berusaha keras mengurangi ketergantungan pada pasokan rare earth dari Beijing, ironisnya kita justru membiarkan China memperoleh sumber pengaruh baru atas ekonomi AS, yakni di sector infrastruktur telekomunikasi, data center dan AI, serta kendaraan listrik,” kata Matt Pottinger, mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional pada masa jabatan pertama Trump.

Kedutaan Besar China mengatakan Beijing menentang upaya “mengubah isu perdagangan dan teknologi menjadi senjata politik,” sembari menyambut kerja sama dengan AS agar 2026 menjadi tahun “kemajuan menuju saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.”

Baca Juga: Pasar Kripto Extreme Fear, JPMorgan Justru Bullish di 2026! Cek Alasannya




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×