Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah ke level terendah hampir satu bulan pada perdagangan Jumat (6/3/2026), terseret penurunan saham sektor pertambangan di tengah memburuknya sentimen risiko global akibat konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang telah memasuki hari keenam.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 1,2% ke level 8.831,4 pada perdagangan pagi. Level ini menjadi yang terendah sejak 9 Februari.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks sempat ditutup menguat 0,4% pada Kamis (5/3). Namun secara mingguan, indeks ini diperkirakan mencatat penurunan terbesar sejak pertengahan Juni 2022.
Baca Juga: Dolar AS Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar dalam Setahun pada Jumat (6/3)
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan memiliki hak untuk ikut menentukan pemimpin Iran berikutnya.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS menolak upaya untuk menghentikan operasi militer udara terhadap Iran.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia ditutup melonjak sekitar 5% seiring meningkatnya gangguan terhadap pasokan global. Sentimen risk-off juga mendorong imbal hasil obligasi naik dan memperkuat dolar AS.
Sektor pertambangan di Australia menjadi salah satu yang paling terpukul. Saham perusahaan tambang turun 4,1% mengikuti penurunan harga tembaga, seiring penguatan dolar AS dan pasar yang menunggu perkembangan terbaru dari smelter di Timur Tengah.
Secara mingguan, subindeks sektor tambang diperkirakan merosot 9,4%. Ini menjadi penurunan mingguan terdalam sejak awal September 2022.
Baca Juga: AS Tegaskan Tidak Perluas Target Militer di Iran di Tengah Operasi Epic Fury
Saham perusahaan tambang emas juga anjlok 4,3%. Penurunan ini terjadi setelah harga emas terkoreksi akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, penguatan dolar, serta kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah.
Sektor keuangan turut melemah 0,5%, dengan empat bank terbesar Australia mencatat penurunan antara 0,3% hingga 1,1%.
Sepanjang pekan ini, sektor perbankan sudah turun lebih dari 3%, yang merupakan kinerja terburuk sejak pertengahan November 2025.
Di sisi lain, saham sektor energi justru naik tipis 0,2% seiring reli harga minyak. Harga kontrak berjangka minyak AS naik lebih cepat dibandingkan minyak acuan global Brent setelah Washington menyatakan kemungkinan akan mengambil langkah di pasar berjangka untuk menekan lonjakan harga energi.
Sementara itu di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 1% ke level 13.483,38 pada perdagangan Jumat.













