Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Seorang mantan eksekutif puncak Chevron, Ali Moshiri, tengah menggalang dana sebesar US$ 2 miliar untuk membiayai proyek-proyek minyak di Venezuela.
Langkah ini dilakukan setelah Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, dan Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut.
Laporan Financial Times pada Senin menyebutkan, Moshiri melalui perusahaan investasinya, Amos Global Energy Management, telah mengidentifikasi sejumlah aset migas di Venezuela.
Baca Juga: AS Siap Longgarkan Sanksi, Chevron Kembali Operasikan Ladang Minyak di Venezuela
Perusahaan itu juga mulai menjajaki minat investor institusi melalui skema penempatan dana secara tertutup (private placement) guna memulai investasi.
Moshiri mengatakan, minat investor terhadap Venezuela meningkat tajam dalam waktu singkat.
“Dalam 24 jam terakhir saya menerima sekitar selusin panggilan dari calon investor. Ketertarikan terhadap Venezuela melonjak dari nol menjadi 99 persen,” ujarnya kepada Financial Times.
Beberapa jam setelah penangkapan Maduro, Presiden Trump menyatakan perusahaan-perusahaan minyak Amerika siap menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar AS untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela.
Baca Juga: Pemuatan Minyak Venezuela Melambat, Kapal Berbalik Arah Usai Intersepsi AS
Peningkatan pasokan minyak global dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dengan menekan harga energi.
Sementara itu, Amos Global Energy Management belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters hingga berita ini diturunkan.













