kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kongres AS Peringatkan Donald Trump: Invasi Greenland Berujung Pemakzulan


Senin, 19 Januari 2026 / 05:40 WIB
Kongres AS Peringatkan Donald Trump: Invasi Greenland Berujung Pemakzulan
ILUSTRASI. Kongres AS sibuk mencari cara membatalkan tarif dan mencegah serangan militer ke Greenland. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para legislator Partai Republik dan Demokrat di Amerika Serikat kini berupaya keras meredam ancaman Presiden Donald Trump yang berulang kali menyatakan ingin mengambil alih Greenland. Sejumlah anggota Kongres bahkan menunjukkan penentangan paling keras terhadap kebijakan Trump sejak ia kembali menjabat.

AP melaporkan, dalam beberapa pekan terakhir, para anggota parlemen menyampaikan pidato di lantai Kongres tentang pentingnya NATO, mengajukan rancangan undang-undang untuk mencegah AS menyerang Denmark, hingga melakukan kunjungan langsung ke Kopenhagen untuk bertemu pejabat Denmark.

Namun, belum jelas apakah langkah-langkah itu cukup. Trump tetap bersikeras bahwa AS akan mengambil kendali atas pulau Arktik tersebut. Sikap ini memicu kekhawatiran akan runtuhnya NATO, aliansi puluhan tahun yang menjadi pilar kekuatan Amerika di Eropa dan dunia, serta menimbulkan pertanyaan besar soal dampak kebijakan luar negeri Trump yang agresif dan cenderung sepihak terhadap tatanan global.

“Ketika negara dengan militer terkuat di dunia terus-menerus mengancam wilayah Anda melalui presidennya, mau tak mau itu harus dianggap serius,” ujar Senator Chris Coons dari Partai Demokrat kepada Associated Press.

Coons mengorganisasi kunjungan lintas partai ke Denmark dengan tujuan “menurunkan ketegangan,” sekaligus membuka dialog soal kerja sama militer di kawasan Arktik. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina dan Lisa Murkowski dari Alaska, bersama sejumlah senator Demokrat lainnya. 

Baca Juga: AS Klaim Perlu Kuasai Greenland karena Kelemahan Eropa

Selain itu, para legislator Republik juga ikut dalam pertemuan di Washington dengan Menteri Luar Negeri Denmark dan perwakilan Greenland untuk membahas kerja sama keamanan.

Meski demikian, Trump tampaknya memiliki agenda sendiri. Pada Sabtu lalu, ia menyatakan akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% mulai Februari terhadap barang dari delapan negara Eropa yang menentang rencananya soal Greenland.

Dalam unggahan di media sosial, Trump beralasan bahwa dengan sistem senjata modern, “kebutuhan untuk MENGAKUISISI wilayah menjadi sangat penting.”

Penolakan terhadap rencana Trump

Sejumlah tokoh penting Partai Republik menegaskan bahwa merebut Greenland dengan kekuatan militer adalah hal yang tidak masuk akal. Namun sejauh ini, mereka menghindari kritik langsung terhadap Trump.

Senator Thom Tillis menyebut rencana tarif Trump sebagai “buruk bagi Amerika, buruk bagi bisnis Amerika, dan buruk bagi sekutu AS.”

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan kepada wartawan bahwa “tidak ada selera di sini untuk opsi-opsi yang sempat dibicarakan atau dipertimbangkan.”

Sementara itu, mantan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell memperingatkan bahwa upaya merebut Greenland akan “menghancurkan kepercayaan para sekutu” dan mencoreng warisan kepresidenan Trump dengan keputusan kebijakan luar negeri yang membawa bencana.

Baik legislator Republik maupun Demokrat melihat ada cara jelas untuk memperkuat kepentingan AS di Greenland tanpa merusak hubungan dengan Denmark sebagai sekutu NATO. Dalam pertemuan dengan anggota Kongres, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen dan pejabat Greenland Vivian Motzfeldt membahas potensi kerja sama pengembangan mineral kritis dan kerja sama militer. Mereka juga menegaskan tidak ada bukti aktivitas China atau Rusia di Greenland.

Baca Juga: Bunker Korea Utara Terancam: Ini Risiko Fatal Rudal Monster Hyunmoo-5 Milik Seoul

Trump sebelumnya berargumen bahwa AS harus menguasai Greenland sebelum China atau Rusia melakukannya, sebuah klaim yang memicu kekhawatiran luas di Eropa. Beberapa negara bahkan telah mengirim pasukan ke Greenland untuk mendukung Denmark.

Senator Lisa Murkowski menilai situasi ini justru menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Sekutu NATO kita dipaksa mengalihkan perhatian dan sumber daya ke Greenland. Ini mengancam stabilitas koalisi demokrasi terkuat yang pernah ada,” tulisnya.




TERBARU

[X]
×