Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON/FRANKFURT. Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mengumumkan revisi prospek kinerjanya, Selasa (4/8/2026). Lufthansa menetapkan kisaran laba operasi yang disesuaikan, atau EBIT, sebesar €1,7 miliar hingga €2,2 miliar, sekitar Rp 35,25 triliun hingga Rp 45,62 triliun.
Sebelumnya, Lufthansa memprediksi EBIT yang disesuaikan akan jauh di atas level tahun sebelumnya, yang sebesar €1,96 miliar. Proyeksi EBIT tersebut diturunkan lantaran meningkatnya ketidakpastian akibat volatilitas harga minyak tanah yang tinggi.
"Hari ini, kami merenungkan kuartal kedua yang penuh tantangan, yang sekali lagi ditandai oleh berbagai krisis geopolitik dan ketidakpastian," kata Carsten Spohr, Chief Executive Officer Lufthansa, dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters, Selasa (4/8/2026).
EBIT yang disesuaikan turun menjadi €383 juta pada kuartal kedua tahun ini, dari €870 juta di periode yang sama setahun sebelumnya. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari konsensus proyeksi ekonom, yang sebesar €401 juta. Lufthansa sekarang memperkirakan biaya bahan bakar sebesar €8,66 miliar, setelah proyeksi sebelumnya mencapai sebesar €8,9 miliar.
Baca Juga: Konsumen China Tinggalkan Tas Mewah, Skincare Premium Kini Jadi Primadona
Spohr menyebut, perusahaan ini telah berupaya meningkatkan muatan dan mencoba mendorong peningkatan hasil yang signifikan. "Namun, kami tidak dapat sepenuhnya mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar yang cukup besar," imbuh dia.
Analis telah menyoroti ketidakpastian dan potensi dampaknya pada maskapai penerbangan Eropa. Volatilitas harga bahan bakar dipandang sebagai kekhawatiran terbesar bagi sektor ini.
Maskapai penerbangan Eropa, termasuk British Airways dan Air France-KLM, telah terpukul keras oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi. Padahal kdua perusahaan ini telah melakukan lindung nilai yang ekstensif.
British Airways dan Air France-KLM berencana untuk memangkas kapasitas dalam upaya untuk mengatasi dampak perang di Iran. Lufthansa mengatakan kapasitasnya juga turun sekitar 3% pada kuartal kedua, sebagian karena pemogokan pada April lalu. Tetapi perencanaan kapasitas Lufthansa untuk tahun ini tetap tidak berubah, dan sebagian besar diprediksi akan tetap stabil.
Baca Juga: Laba Hugo Boss Lampaui Ekspektasi, Tetap Optimistis Meski Permintaan Lesu
Lufthansa juga mengatakan berencana menghentikan operasional beberapa pesawat, atau untuk sementara waktu tidak mengoperasikan pesawat tersebut. Ini dilakukan untuk merampingkan operasi, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan membatasi paparan terhadap biaya bahan bakar yang tidak dilindung nilai.
Dalam laporan keuangannya, Lufthansa mengatakan ini akan mencakup penghentian operasional lebih awal pesawat jarak jauh yang boros bahan bakar seperti Airbus A340-600 dan penghentian sementara dua Boeing 747-400 mulai dari awal jadwal penerbangan musim dingin. Lufthansa menambahkan, 86% dari kebutuhan bahan bakarnya untuk tahun ini telah tercakup oleh hedging.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
