Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang mengisyaratkan siap mengambil langkah tegas untuk menstabilkan nilai tukar yen jika pergerakan spekulatif di pasar valuta asing terus berlanjut.
Pejabat tertinggi urusan mata uang Jepang Atsushi Mimura mengatakan, otoritas tidak akan ragu melakukan intervensi apabila volatilitas pasar semakin meningkat.
Baca Juga: Bursa Asia Rontok Senin (30/3) Pagi, Harga Minyak Brent Menuju Rekor Kenaikan Bulanan
“Kami melihat adanya peningkatan pergerakan spekulatif di pasar mata uang, bahkan juga di pasar minyak mentah. Jika kondisi ini berlanjut, mungkin sudah saatnya mengambil langkah tegas,” ujar Mimura dilansir dari Reuters, Senin (30/3/2026).
Pernyataan ini menjadi sinyal paling kuat sejauh ini terkait kemungkinan intervensi pembelian yen oleh pemerintah Jepang.
Komentar tersebut muncul setelah yen melemah menembus level 160 per dolar AS pada Jumat lalu, yang merupakan posisi terlemah sejak Juli 2024, periode terakhir ketika otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing.
Menariknya, ini merupakan pertama kalinya Mimura menggunakan istilah “decisive” sejak menjabat pada Juli 2024. Istilah tersebut biasanya dipandang pelaku pasar sebagai kode bahwa pemerintah siap turun tangan.
Baca Juga: Bursa Australia Terseret Konflik Timur Tengah Senin (30/3), Indeks ASX Ambles 1,3%
Sebelumnya, Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga telah menggunakan istilah serupa dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pasar menunggu konfirmasi dari Mimura yang dikenal lebih berhati-hati dalam memberikan sinyal kebijakan.
Jika intervensi benar dilakukan, langkah tersebut berpotensi memberikan dukungan bagi yen sekaligus meredam volatilitas di pasar keuangan global.













