kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ekonomi Jepang: Pertumbuhan 0,2% Picu Ketakutan Resesi Baru


Senin, 16 Februari 2026 / 12:41 WIB
Ekonomi Jepang: Pertumbuhan 0,2% Picu Ketakutan Resesi Baru
ILUSTRASI. Bursa Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Ekonomi Jepang menutup tahun dengan napas pendek. Pemerintah melaporkan produk domestik bruto (PDB) Negeri Sakura hanya tumbuh 0,2% secara tahunan pada kuartal terakhir, sementara sepanjang 2025 pertumbuhan tercatat 1,1%.

Data awal yang disesuaikan secara musiman menunjukkan, konsumsi swasta pada Oktober–Desember memang naik 0,4% secara tahunan. Namun, dorongan belanja rumah tangga itu tak cukup kuat menahan tekanan dari sisi eksternal. Ekspor justru turun 1,1%, mencerminkan rapuhnya mesin utama ekonomi Jepang yang selama ini bergantung pada pasar luar negeri.

Kinerja ini menegaskan ekonomi Jepang masih berjalan di jalur lambat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan memang cenderung datar, dan tekanan tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengguncang sektor perdagangan.

Dalam laporan Associated Press (16/2) melaporkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi yang baru meraih kemenangan telak dalam pemilu, dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk memulihkan momentum. Ia berjanji akan meningkatkan belanja pemerintah dan menangguhkan pajak penjualan untuk bahan makanan, sebagai bagian dari upaya mendorong daya beli dan menopang pertumbuhan.

Baca Juga: Jepang Tangkap Kapal Ikan China, Ketegangan dengan Beijing Memanas

Sebelumnya, ekonomi Jepang sempat terkontraksi 0,7% secara kuartalan pada Juli–September, setelah tumbuh 0,5% pada kuartal sebelumnya. Dengan pertumbuhan tipis 0,1% pada Oktober–Desember, Jepang hanya selangkah dari resesi teknis yang didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Meski pertumbuhan 1,1% sepanjang 2025 menjadi yang tercepat sejak 2022 periode pemulihan dari dampak pandemi angka tersebut tetap tergolong rendah untuk ukuran ekonomi maju. Pemerintah pun memproyeksikan pertumbuhan rata-rata hanya sekitar 0,6% dalam waktu dekat.

Artinya, tanpa reformasi struktural dan dorongan investasi yang lebih agresif, ekonomi Jepang berisiko terjebak dalam pertumbuhan rendah berkepanjangan.

Baca Juga: Nikkei Jepang Tembus 58.000 untuk Pertama Kalinya, Reli Dipicu Takaichi Trade


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×