kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.847   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekonomi Jepang: Pertumbuhan 0,2% Picu Ketakutan Resesi Baru


Senin, 16 Februari 2026 / 12:41 WIB
Ekonomi Jepang: Pertumbuhan 0,2% Picu Ketakutan Resesi Baru
ILUSTRASI. Bursa Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Ekonomi Jepang menutup tahun dengan napas pendek. Pemerintah melaporkan produk domestik bruto (PDB) Negeri Sakura hanya tumbuh 0,2% secara tahunan pada kuartal terakhir, sementara sepanjang 2025 pertumbuhan tercatat 1,1%.

Data awal yang disesuaikan secara musiman menunjukkan, konsumsi swasta pada Oktober–Desember memang naik 0,4% secara tahunan. Namun, dorongan belanja rumah tangga itu tak cukup kuat menahan tekanan dari sisi eksternal. Ekspor justru turun 1,1%, mencerminkan rapuhnya mesin utama ekonomi Jepang yang selama ini bergantung pada pasar luar negeri.

Kinerja ini menegaskan ekonomi Jepang masih berjalan di jalur lambat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan memang cenderung datar, dan tekanan tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengguncang sektor perdagangan.

Dalam laporan Associated Press (16/2) melaporkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi yang baru meraih kemenangan telak dalam pemilu, dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk memulihkan momentum. Ia berjanji akan meningkatkan belanja pemerintah dan menangguhkan pajak penjualan untuk bahan makanan, sebagai bagian dari upaya mendorong daya beli dan menopang pertumbuhan.

Baca Juga: Jepang Tangkap Kapal Ikan China, Ketegangan dengan Beijing Memanas

Sebelumnya, ekonomi Jepang sempat terkontraksi 0,7% secara kuartalan pada Juli–September, setelah tumbuh 0,5% pada kuartal sebelumnya. Dengan pertumbuhan tipis 0,1% pada Oktober–Desember, Jepang hanya selangkah dari resesi teknis yang didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Meski pertumbuhan 1,1% sepanjang 2025 menjadi yang tercepat sejak 2022 periode pemulihan dari dampak pandemi angka tersebut tetap tergolong rendah untuk ukuran ekonomi maju. Pemerintah pun memproyeksikan pertumbuhan rata-rata hanya sekitar 0,6% dalam waktu dekat.

Artinya, tanpa reformasi struktural dan dorongan investasi yang lebih agresif, ekonomi Jepang berisiko terjebak dalam pertumbuhan rendah berkepanjangan.

Baca Juga: Nikkei Jepang Tembus 58.000 untuk Pertama Kalinya, Reli Dipicu Takaichi Trade

Selanjutnya: Prima Multi (PMUI) Dirikan Anak Usaha Fokus di Bisnis Hotel dan Restoran

Menarik Dibaca: Harga J.CO Hemat: Promo Bundling Minuman Mulai Rp 62 Ribu, Cek Sekarang!




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×