Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham Berkshire Hathaway ditutup melemah tipis pada hari terakhir Warren Buffett menjabat sebagai CEO, sebelum tongkat kepemimpinan resmi diserahkan kepada Greg Abel pada Kamis (1/1/2026).
Pada perdagangan Rabu (31/12/2025), saham Berkshire kelas A turun 0,1% menjadi US$ 754.800, sementara saham kelas B melemah 0,2% ke level US$ 502,65. Indeks S&P 500 turut terkoreksi 0,7%.
Meski demikian, performa Berkshire selama 60 tahun di bawah kendali Buffett tetap tak tertandingi. Sejak 1965, nilai saham Berkshire melonjak sekitar 6.100.000%, jauh meninggalkan kenaikan S&P 500 yang hanya sekitar 46.000% termasuk dividen.
Baca Juga: Berskhire Menambah Kepemilikan Saham di Mitsubishi Jepang Jadi 10,23%
Dalam beberapa tahun terakhir, indeks S&P 500 sempat mengungguli Berkshire karena Buffett kesulitan menemukan akuisisi besar untuk konglomerasi bernilai US$ 1,08 triliun tersebut.
Berkshire sendiri membawahi berbagai bisnis, mulai dari asuransi Geico, kereta api BNSF, perusahaan manufaktur dan energi, hingga ritel seperti Dairy Queen, Fruit of the Loom, Brooks, dan See’s Candies. Per September lalu, kas dan setara kas perseroan mencapai US$381,7 miliar.
Greg Abel, 63 tahun, bergabung dengan Berkshire pada 2000 melalui akuisisi MidAmerican Energy, kini Berkshire Hathaway Energy.
Ia menjabat sebagai wakil ketua yang memimpin bisnis non-asuransi sejak 2018. Buffett yang kini berusia 95 tahun akan tetap menjadi ketua dan berencana tetap aktif di kantor pusat Berkshire di Omaha, Nebraska.
Sementara itu, Ajit Jain tetap memimpin bisnis asuransi Berkshire. Adam Johnson, CEO NetJets, akan mengambil alih pengawasan atas unit produk konsumen, layanan, dan ritel yang sebelumnya ditangani Abel.
Baca Juga: Warren Buffett Resmi Pensiun Sebagai CEO Berkshire, Cuan 6.100.000% Selama 60 Tahun
Berkshire belum menetapkan sosok pengelola portofolio ekuitas senilai US$283,2 miliar per 30 September, yang sebagian besar terdiri dari saham Apple dan American Express.
Todd Combs, salah satu kandidat kuat, justru meninggalkan perusahaan bulan ini untuk bergabung dengan JPMorgan Chase. Buffett sebelumnya menyebut Abel mampu menangani tugas tersebut.
Pihak Berkshire belum memberikan komentar lebih lanjut terkait proses transisi ini.













