Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pasar saham Asia melanjutkan penurunan pada hari kedua perdagangan Jumat (6/2/2026), setelah aksi jual di Wall Street semakin dalam, sementara logam mulia dan aset kripto dihantam volatilitas tajam.
Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,9%, dipimpin oleh Kospi Korea Selatan yang anjlok 5% hingga sempat memicu penghentian perdagangan sementara.
Baca Juga: Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar
Sementara itu, Nikkei 225 Jepang turun 0,7%, futures S&P 500 e-mini turun 0,6%, dan futures Nasdaq e-mini jatuh 1,1%.
"Investor mulai mempertanyakan fondasi yang menopang pasar enam bulan terakhir: AI, kripto, dan logam mulia," ujar Tony Sycamore, analis pasar di IG, Sydney.
"Hal ini meningkatkan kemungkinan koreksi yang lebih dalam."
Kekhawatiran muncul setelah model AI baru berpotensi menggerus laba perusahaan perangkat lunak.
S&P 500 pun berbalik negatif untuk tahun ini seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok, Mendorong Penurunan Nilai Pasar Kripto hingga US$ 2 Triliun
Data menunjukkan pengumuman pemutusan kerja (layoff) di AS melonjak pada Januari ke level tertinggi dalam 17 tahun untuk bulan tersebut, menurut survei dari perusahaan outplacement global Challenger, Gray & Christmas.
Sektor logam mulia juga mengalami tekanan. Emas turun 1,6% menjadi US$4.691,76, sementara perak jatuh 8,9% ke level US$64,912.
Pasar kripto juga melanjutkan pelemahan setelah mengalami kerugian sekitar US$2 triliun pada Kamis, dengan Bitcoin turun 3% menjadi US$61.238,64 dan Ether turun 1,8% menjadi US$1.813,77.













