kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.903   49,00   0,29%
  • IDX 7.986   -118,24   -1,46%
  • KOMPAS100 1.122   -18,05   -1,58%
  • LQ45 818   -11,12   -1,34%
  • ISSI 280   -4,62   -1,62%
  • IDX30 428   -4,54   -1,05%
  • IDXHIDIV20 516   -4,87   -0,94%
  • IDX80 126   -1,71   -1,34%
  • IDXV30 139   -2,43   -1,72%
  • IDXQ30 139   -0,98   -0,70%

Harga Minyak Lanjut Turun Jelang Perundingan AS–Iran Jumat (6/2): WTI di US$62,47


Jumat, 06 Februari 2026 / 08:27 WIB
Harga Minyak Lanjut Turun Jelang Perundingan AS–Iran Jumat (6/2): WTI di US$62,47
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Todd Korol)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (6/2/2026), dan berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam beberapa pekan terakhir.

Tekanan harga muncul seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, dengan pelaku pasar mencermati hasil perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman.

Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Jumat (6/2) Pagi: Saham, Perak, dan Bitcoin Terpukul Keras

Melansir Reuters, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level US$62,47 per barel pada pukul 00.13 GMT, turun 82 sen atau sekitar 1,3% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga WTI telah merosot 2,84%.

Amerika Serikat dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, seiring penguatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.

Meski demikian, negara-negara di kawasan berupaya menghindari konfrontasi militer yang dikhawatirkan dapat berkembang menjadi konflik berskala lebih luas.

Baca Juga: Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar

Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz yang membentang antara Oman dan Iran.

Sejumlah negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak menyalurkan sebagian besar ekspor minyak mentah mereka melalui jalur strategis tersebut, termasuk Iran.

Analis Capital Economics menilai, eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran sebelumnya turut mendorong harga minyak naik.

Namun, mereka memperkirakan sentimen tersebut akan tergeser oleh faktor fundamental yang dinilai melemah.

Baca Juga: Rekor Burj Khalifa Terancam! Arab Saudi Siapkan Menara Setinggi 2 KM di Riyadh

“Kekhawatiran geopolitik kemungkinan akan mereda dan digantikan oleh fundamental yang lemah,” tulis Capital Economics dalam catatannya.

Mereka menyoroti pemulihan produksi minyak Kazakhstan yang diperkirakan akan menekan harga minyak hingga mendekati US$50 per barel pada akhir 2026.

Selanjutnya: Kondisi Udara Kabur Selimuti Mataram, Cek Cuaca NTB 6 Februari 2026

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Jumat (6/2)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×