kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

AS Akan Cabut Sanksi Minyak Iran, Pasokan 140 Juta Barel Akan Segera Mengalir


Kamis, 19 Maret 2026 / 20:46 WIB
AS Akan Cabut Sanksi Minyak Iran, Pasokan 140 Juta Barel Akan Segera Mengalir
ILUSTRASI. Menteri Keuangan AS Scott Bessent (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat akan segera mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang terdampar di kapal tanker untuk membantu meningkatkan pasokan global dan menurunkan harga minyak.

Minyak Iran yang dimaksud mencapai sekitar 140 juta barel, yang setara dengan pasokan selama 10–14 hari. US Treasury Secretary Scott Bessent pada Kamis (19/3/2026) mengatakan tambahan pasokan ini diharapkan bisa menahan harga minyak yang selama dua minggu terakhir berada di atas US$ 100 per barel, akibat Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang beberapa kapal tanker.

Baca Juga: ECB Mempertahankan Suku Bunga 2%, Waspadai Inflasi Dampak Perang

Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan untuk minyak Rusia yang terkena sanksi, menambah 130 juta barel ke pasokan global. Selain itu, AS juga berencana melepas cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve) secara unilateral, di atas pelepasan bersama G7 sebesar 400 juta barel minggu lalu, untuk menutupi defisit 10 juta–14 juta barel per hari akibat penutupan Selat Hormuz.

Bessent menekankan, AS tidak akan ikut campur di pasar kontrak berjangka (futures), melainkan fokus menambah pasokan fisik minyak ke pasar global.

Selain itu, Presiden Donald Trump dijadwalkan berdiskusi dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai keterlibatan Angkatan Laut Jepang untuk menjamin jalur aman kapal melalui Selat Hormuz, yang merupakan sumber utama minyak Jepang. Takaichi juga kemungkinan akan melepas cadangan minyak strategis Jepang di luar pelepasan bersama G7.

Bessent menambahkan bahwa China kini dianggap "tidak dapat diandalkan" sebagai pemasok produk minyak olahan karena menghentikan ekspor bahan bakar jet dan produk lainnya ke negara-negara Asia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×