kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

AS Lepaskan 172 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis untuk Tekan Harga Energi


Kamis, 12 Maret 2026 / 14:48 WIB
AS Lepaskan 172 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis untuk Tekan Harga Energi
ILUSTRASI. Pemerintah AS melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis. Keputusan ini diambil untuk meredam lonjakan harga minyak global (DOK/energytoday.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan minyak strategis nasional (Strategic Petroleum Reserve/SPR) guna meredam lonjakan harga minyak dunia yang terjadi akibat gangguan pasokan di tengah konflik militer antara AS–Israel dan Iran.

Menteri Energi AS, Chris Wright, pada Rabu (11/3) menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari keputusan bersama International Energy Agency (IEA) yang sebelumnya menyepakati pelepasan total 400 juta barel minyak oleh negara-negara anggotanya.

Upaya Menstabilkan Harga Energi

Menurut Wright, pelepasan cadangan minyak tersebut akan dimulai pekan depan dan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 120 hari hingga seluruh volume minyak disalurkan ke pasar.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan minyak global dan menekan kenaikan harga energi yang melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: AS Selidiki 16 Mitra Dagang lewat Investigasi Section 301

“Pelepasan ini merupakan bagian dari upaya kolektif negara-negara anggota IEA untuk menstabilkan pasar energi global,” kata Wright dalam keterangannya.

Dampak Konflik AS–Israel dan Iran

Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan terhadap Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Situasi ini memicu kekhawatiran besar di pasar energi global. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan memperingatkan bahwa Iran dapat memblokir pengiriman minyak dari kawasan Teluk apabila serangan AS dan Israel tidak dihentikan.

Ancaman tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia, mengingat kawasan Teluk merupakan salah satu jalur ekspor energi paling vital di dunia.

Pasar Global Bergejolak

Konflik yang berkembang cepat telah mengguncang pasar keuangan dan energi global. Harga minyak melonjak karena pelaku pasar mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah.

Baca Juga: BMW Prediksi Laba 2026 Menyusut Seiring Tekanan Tarif Perdagangan

Ketika ditanya sebelumnya mengenai kemungkinan penggunaan cadangan minyak strategis, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan “menguranginya sedikit” untuk membantu meredakan tekanan harga energi.

Cadangan Akan Diisi Kembali

Meski melepas cadangan minyak dalam jumlah besar, pemerintah AS memastikan bahwa stok strategis tersebut akan segera dipulihkan.

Wright menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan rencana untuk mengganti lebih dari cadangan yang dilepas, yakni sekitar 200 juta barel minyak dalam satu tahun ke depan.

“Amerika Serikat telah mengatur penggantian cadangan strategis tersebut dengan sekitar 200 juta barel minyak dalam waktu satu tahun,” ujar Wright.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×