Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) berupaya menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan agresif Presiden Donald Trump untuk mengendalikan arus minyak di kawasan Amerika Latin sekaligus menekan pemerintah sosialis Venezuela agar berpihak pada Washington.
Dua pejabat AS mengatakan, Penjaga Pantai dan militer AS berusaha mengambil alih kapal tanker yang bulan lalu menolak untuk diperiksa. Kapal tersebut berlayar di bawah bendera Rusia dan berada di perairan dekat Venezuela, negara anggota OPEC di Amerika Selatan.
Upaya penyitaan ini dilakukan di tengah blokade AS terhadap kapal-kapal yang terkena sanksi dan keluar-masuk perairan Venezuela. Situasi ini berisiko memicu konfrontasi dengan Moskow, mengingat Rusia mengecam tindakan AS di Venezuela dan saat ini juga berseteru dengan Barat terkait perang di Ukraina.
Baca Juga: Harga Minyak Menguat Lebih dari 2% Setelah Trump Blokade Kapal Tanker Venezuela
Media pemerintah Rusia, RT, menayangkan gambar helikopter yang melayang di dekat kapal tanker Marinera dan menyebut pasukan AS diduga mencoba menaiki kapal tersebut, yang dilaporkan dalam kondisi kosong.
Selain itu, Penjaga Pantai AS juga mencegat kapal tanker lain yang penuh muatan dan terkait Venezuela di dekat pantai timur laut Amerika Selatan. Ini menjadi kasus keempat dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan AS dan Respons China
Pemerintahan Trump juga mendorong kesepakatan dengan Venezuela untuk mengalihkan pasokan minyak dari China serta mengimpor hingga US$ 2 miliar minyak mentah.
Trump secara terbuka menyatakan keinginannya mengendalikan cadangan minyak Venezuela yang terbesar di dunia dengan melibatkan perusahaan minyak AS, menyusul penyingkiran Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dituding terlibat jaringan narkoba.
Meski Maduro telah ditangkap, Partai Sosialis sekutunya masih memegang kekuasaan di Venezuela. Presiden sementara Delcy Rodriguez berada dalam posisi sulit antara mengecam penangkapan Maduro dan membuka kerja sama dengan AS di bawah ancaman lanjutan dari Trump.
Baca Juga: Trump: AS Menyita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela
Trump menyatakan AS akan memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak mentah yang terjebak akibat blokade AS sebagai langkah awal menghidupkan kembali sektor energi Venezuela.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan dananya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memastikan manfaatnya bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump di media sosial.
Sumber di perusahaan minyak negara PDVSA menyebutkan negosiasi ekspor telah berkembang, meski pemerintah Venezuela belum mengumumkan secara resmi. Antisipasi peningkatan pasokan membuat harga minyak global turun sekitar 1%.
China mengecam keras langkah AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut tindakan AS sebagai perundungan dan penggunaan kekuatan secara terang-terangan terhadap Venezuela.













