kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.016   35,00   0,19%
  • IDX 5.904   27,74   0,47%
  • KOMPAS100 768   3,61   0,47%
  • LQ45 584   2,06   0,35%
  • ISSI 204   0,78   0,38%
  • IDX30 331   1,41   0,43%
  • IDXHIDIV20 407   1,25   0,31%
  • IDX80 87   0,33   0,38%
  • IDXV30 110   -0,11   -0,10%
  • IDXQ30 106   0,18   0,17%

UPDATE-Harga Emas Spot Turun dari Puncak Dua Pekan ke US$ 4.155 Senin (6/7)


Senin, 06 Juli 2026 / 14:10 WIB
UPDATE-Harga Emas Spot Turun dari Puncak Dua Pekan ke US$ 4.155 Senin (6/7)
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menekan daya tarik logam mulia, meski ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang semakin mereda membatasi penurunannya.

Baca Juga: Topan Maysak Picu Banjir, Kota Nanning di China Tetapkan Status Siaga Tertinggi

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.155,10 per ons troi pada pukul 06.27 GMT, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 22 Juni.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus masih menguat 1% menjadi US$ 4.167,80 per ons troi.

"Emas masih menghadapi tekanan dari dolar AS yang tetap tangguh," ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

Menurutnya, perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis pekan ini.

Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Baca Juga: Inggris Singkirkan Meksiko dengan 10 Pemain, Tuchel Puji Mentalitas Tim

"Investor ingin melihat apakah anggota FOMC lainnya memiliki pandangan yang sama hawkish dengan Ketua The Fed Kevin Warsh, atau justru terdapat kecenderungan yang lebih dovish," kata Waterer.

Indeks dolar AS naik sekitar 0,2%, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pekan lalu, harga emas berhasil menguat lebih dari 2% dan mengakhiri tren pelemahan selama empat pekan berturut-turut. Penguatan tersebut dipicu data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Data yang dirilis Kamis lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada Juni.

Selain itu, data penciptaan lapangan kerja untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah, mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin.

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September kini sekitar 56%, turun dari lebih dari 60% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Baca Juga: China Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Negara Tetangga Cemas

Suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Di sisi lain, JPMorgan memperkirakan permintaan emas dari sejumlah sektor utama tidak akan sekuat proyeksi sebelumnya.

Bank investasi tersebut mempertahankan proyeksi harga emas di kisaran US$ 4.300 per ons pada kuartal III dan US$ 4.500 per ons pada kuartal IV 2026.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,9% menjadi US$ 61,87 per ons troi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni.

Sementara itu, platinum naik tipis 0,1% menjadi US$ 1.640,15 per ons, sedangkan paladium melemah 0,5% menjadi US$ 1.267,75 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×