kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.015   39,00   0,22%
  • IDX 5.892   15,99   0,27%
  • KOMPAS100 766   1,00   0,13%
  • LQ45 582   0,06   0,01%
  • ISSI 204   0,43   0,21%
  • IDX30 329   0,40   0,12%
  • IDXHIDIV20 406   -0,10   -0,02%
  • IDX80 87   0,09   0,10%
  • IDXV30 110   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,15   -0,14%

Inggris Singkirkan Meksiko dengan 10 Pemain, Tuchel Puji Mentalitas Tim


Senin, 06 Juli 2026 / 13:50 WIB
Inggris Singkirkan Meksiko dengan 10 Pemain, Tuchel Puji Mentalitas Tim
ILUSTRASI. Piala Dunia - Pelatih Inggris Thomas Tuchel (REUTERS/Henry Romero)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. Pelatih Inggris Thomas Tuchel memuji mentalitas para pemainnya setelah The Three Lions berhasil menyingkirkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia, Minggu (6/7), meski harus bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang babak kedua.

Kemenangan dramatis di Stadion Azteca itu memastikan Inggris melaju ke perempat final setelah mampu bertahan dari tekanan hebat Meksiko di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.

Baca Juga: China Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir di Pasifik, Negara Tetangga Cemas

"Saya bangga dengan mentalitas dan sikap tim. Di babak gugur, khususnya 16 besar, yang terpenting adalah menemukan cara untuk menang. Kami melakukannya dengan mentalitas dan hati," ujar Tuchel usai pertandingan.

"Kami mampu mengatasi semua rintangan yang datang. Saya sangat bangga dengan mentalitas dan tekad para pemain."

Inggris sempat berada di atas angin setelah Jude Bellingham mencetak dua gol dalam waktu hanya dua menit sehingga membawa timnya unggul 2-0.

Namun pertandingan berubah drastis ketika Julian Quinones memperkecil ketertinggalan Meksiko, sebelum bek Inggris Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54 akibat pelanggaran keras.

Baca Juga: KTT NATO Dimulai, Trump Desak Eropa Perbesar Belanja Pertahanan hingga 5% PDB

Unggul jumlah pemain, Meksiko terus menekan. Meski demikian, Inggris sempat memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Meksiko kembali memperkecil skor lewat penalti Raul Jimenez sehingga laga berlangsung menegangkan hingga peluit panjang berbunyi.

Sepanjang 12 menit masa injury time, lini pertahanan Inggris dipaksa bekerja keras untuk meredam serangan bertubi-tubi Meksiko di stadion yang berada di dataran tinggi Mexico City.

Tuchel mengakui laga tersebut terasa seperti partai final mengingat atmosfer pertandingan yang luar biasa.

"Rasanya bukan seperti pertandingan babak 16 besar. Atmosfernya seperti kami baru saja memenangi final," kata pelatih asal Jerman tersebut.

"Ketika wasit meniup peluit akhir dan Anda sadar berhasil bertahan selama sekitar 40 hingga 50 menit dengan 10 pemain, menghadapi tuan rumah di ketinggian melawan tim Meksiko yang sangat kuat, itu adalah momen yang luar biasa. Ini adalah penampilan dan hasil yang sangat heroik."

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Lesu, Investor Menanti Laba Emiten AI dan Arah Suku Bunga The Fed

Di balik kemenangan tersebut, Inggris juga mendapat kabar kurang menyenangkan. Gelandang senior Jordan Henderson mengalami cedera saat merayakan kemenangan bersama para suporter.

Menurut Tuchel, Henderson mengalami cedera pergelangan tangan setelah mencoba melompati papan iklan di pinggir lapangan dan kini harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Saya memiliki perasaan campur aduk karena di satu sisi kami sangat bahagia, tetapi Jordan mengalami cedera yang cukup serius. Saat ini dia berada di rumah sakit. Itu tidak seharusnya menjadi penutup malam yang indah ini," ujar Tuchel.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×