kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.193   -73,29   -1,39%
  • KOMPAS100 672   -10,65   -1,56%
  • LQ45 525   -7,72   -1,45%
  • ISSI 176   -2,74   -1,53%
  • IDX30 295   -4,92   -1,64%
  • IDXHIDIV20 393   -6,32   -1,58%
  • IDX80 77   -1,27   -1,61%
  • IDXV30 110   -1,73   -1,56%
  • IDXQ30 99   -1,58   -1,58%

Biaya Perang AS Melawan Iran Tembus US$ 47 Miliar, Naik 25% dari Estimasi Juli


Rabu, 28 Oktober 2026 / 08:16 WIB
Biaya Perang AS Melawan Iran Tembus US$ 47 Miliar, Naik 25% dari Estimasi Juli
ILUSTRASI. Krisis Timur Tengah: Militer AS - CENTCOM (via REUTERS/U.S. CENTRAL COMMAND)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Biaya militer Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan perang melawan Iran telah menembus US$ 47 miliar, atau lebih dari 25% di atas estimasi sebelumnya pada Juli.

Kenaikan tersebut mencerminkan besarnya pengeluaran operasional dan kebutuhan penggantian persenjataan serta peralatan militer yang digunakan selama konflik.

Mengutip data Pentagon yang diperoleh Reuters, Selasa (27/10/2026), estimasi terbaru tersebut mencakup biaya operasional perang dan kebutuhan penggantian persenjataan yang telah digunakan.

Baca Juga: Nikkei Jepang Melonjak 1,34% Rabu (28/10), Saham Chip Ikuti Reli Teknologi Wall St

Pentagon belum memublikasikan angka tersebut secara terbuka dan belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Dari total kebutuhan biaya tersebut, Pentagon memperkirakan lebih dari US$ 29 miliar diperlukan untuk mengganti amunisi yang telah digunakan selama perang.

Selain itu, lebih dari US$ 6 miliar dibutuhkan untuk mengganti peralatan militer dan aset yang hilang, termasuk pesawat serta berbagai jenis drone.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Juli yang memperkirakan biaya perang mencapai US$ 37,5 miliar.

Namun, estimasi Pentagon belum secara jelas memperhitungkan besarnya biaya perbaikan pangkalan militer AS yang rusak akibat serangan rudal dan drone Iran.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Dua Pekan Rabu (28/10), Menanti Sinyal The Fed

Dengan demikian, total beban keuangan perang berpotensi bertambah apabila kebutuhan pemulihan fasilitas militer ikut diperhitungkan.

Perang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump bersama Israel pada Februari lalu awalnya diperkirakan berlangsung singkat.

Strategi awal militer AS berfokus pada penggunaan rudal presisi berteknologi tinggi untuk menghancurkan pertahanan Iran, sebelum beralih ke amunisi yang lebih murah, termasuk bom gravitasi JDAM yang diluncurkan dari pesawat.

Namun, gencatan senjata pada April memberi Iran waktu untuk menggali kembali fasilitas penyimpanan bawah tanah.

Sejumlah sistem pertahanan, rudal, dan drone Iran yang sebelumnya tidak dapat digunakan kembali beroperasi, sehingga memperpanjang tantangan militer bagi AS.

Baca Juga: Mbappe Tersandung Kontroversi di China, Iklan Dihapus dan Siaran LaLiga Dihentikan

Trump kemudian memberlakukan blokade laut terhadap Iran untuk menekan pendapatan ekspor minyak negara tersebut.

Ia juga membuka kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur setelah pemilihan sela AS pada 3 November.

Sejumlah pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim menyebut Pentagon telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan pertempuran berskala besar apabila mendapat perintah.

Lonjakan biaya perang juga menambah tekanan politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan sela yang akan menentukan penguasaan Kongres untuk dua tahun berikutnya. Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di kedua kamar Kongres.

Baca Juga: Penjualan iPhone 18 Pro Ungguli iPhone 17 Pro, Pasar China Jadi Kunci

Dampak perang terhadap biaya energi global turut membebani dukungan terhadap kandidat Partai Republik dan menekan tingkat persetujuan publik terhadap Trump.

Kenaikan biaya perang tersebut memperlihatkan bahwa beban konflik tidak hanya berasal dari operasi militer sehari-hari, tetapi juga dari penggantian persenjataan, kehilangan aset, serta potensi perbaikan fasilitas militer yang rusak.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×