kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.192   7,00   0,04%
  • IDX 5.208   -58,10   -1,10%
  • KOMPAS100 674   -8,01   -1,17%
  • LQ45 529   -3,95   -0,74%
  • ISSI 176   -3,25   -1,82%
  • IDX30 297   -2,65   -0,88%
  • IDXHIDIV20 397   -2,94   -0,74%
  • IDX80 78   -0,93   -1,19%
  • IDXV30 110   -1,34   -1,20%
  • IDXQ30 100   -0,70   -0,69%

Mbappe Tersandung Kontroversi di China, Iklan Dihapus dan Siaran LaLiga Dihentikan


Rabu, 28 Oktober 2026 / 07:37 WIB
Diperbarui Rabu, 28 Oktober 2026 / 07:39 WIB
Mbappe Tersandung Kontroversi di China, Iklan Dihapus dan Siaran LaLiga Dihentikan
ILUSTRASI. Piala Dunia - Timnas Prancis, Kylian Mbappe (IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kapten tim nasional sepak bola Prancis Kylian Mbappe meminta maaf kepada masyarakat China setelah komentarnya yang menyebut mantan pemimpin China Mao Zedong sebagai diktator menuai kecaman.

Kontroversi tersebut mulai berdampak pada hubungan komersial sang pemain di pasar China.

Dalam pernyataan pada Selasa (27/10/2026), penyerang Real Madrid itu mengakui komentarnya dalam sebuah wawancara podcast baru-baru ini tidak tepat dan telah melukai perasaan banyak orang di China serta komunitas China di berbagai negara.

Baca Juga: Penjualan iPhone 18 Pro Ungguli iPhone 17 Pro, Pasar China Jadi Kunci

“Komentar saya tidak dipertimbangkan dengan baik, dan sekarang saya memahami bahwa hal itu menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia,” ujar Mbappe dilansir dari Reuters.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

Kontroversi bermula ketika Mbappe menanggapi meme yang menampilkan wajahnya disunting ke gambar seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator China. Video podcast tersebut kemudian dihapus.

Dampak dari pernyataan itu meluas ke sektor bisnis. Sejumlah perusahaan China, termasuk produsen produk susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech serta perusahaan minuman Eastroc Beverage, menyatakan menghentikan seluruh kerja sama dengan Mbappe.

Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan tidak menoleransi pernyataan atau tindakan yang dinilai melukai perasaan masyarakat China.

Baca Juga: Arsenal Dipermalukan Fleetwood, Klub Papan Bawah Kasta Keempat Inggris

Media yang didukung pemerintah China, The Paper, juga melaporkan bahwa stasiun televisi pemerintah menghentikan siaran pertandingan dan acara yang melibatkan LaLiga serta Mbappe. Seluruh iklan yang menampilkan pemain tersebut juga dilaporkan telah dihapus.

Situasi ini menyoroti risiko bagi atlet dan merek global yang bergantung pada pasar China, terutama ketika pernyataan figur publik bersinggungan dengan isu politik dan sejarah yang sensitif.

Pakar sponsorship olahraga Terrence Burns, CEO T. Burns Sports Group mengatakan, tim Mbappe semestinya memahami konsekuensi dari kerja sama komersial dengan merek China.

Di sisi lain, perusahaan perlengkapan olahraga asal Swiss, On Holding, yang menandatangani kontrak dengan Mbappe pada September setelah sang pemain bekerja sama dengan Nike selama sekitar dua dekade, menyambut permintaan maaf tersebut dan menyatakan menghormati China.

Sementara itu, jaringan hotel Accor belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Lego, yang menjual set mainan bangunan bertema Mbappe di China, juga menyatakan tidak dapat berkomentar. Produk tersebut masih tercantum di situs Lego China pada Selasa.

Baca Juga: Siaga Kondisi Darurat, Negara Ini Minta Warga Timbun Bahan Makanan, Air, Obat

Presiden LaLiga Javier Tebas turut berupaya meredakan situasi. Ia mengatakan telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol guna membahas masalah tersebut dan mencari solusi agar kontroversi tidak merusak hubungan yang telah terjalin.

LaLiga, menurut Tebas, memandang China sebagai mitra strategis dan ingin memastikan insiden tersebut tidak memengaruhi jutaan penggemar sepak bola China yang mengikuti kompetisi mereka.

Tebas sebelumnya juga menyampaikan penyesalan atas komentar yang menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan di China. LaLiga, katanya, tengah berkoordinasi dengan mitra serta pihak terkait di negara tersebut.

Reaksi publik China masih terlihat di media sosial Weibo. Hingga pukul 07.00 GMT pada Selasa, empat topik terkait Mbappe masuk dalam 10 pencarian terpopuler. Sejumlah pengguna bahkan menyerukan agar Mbappe masuk daftar hitam di China dan nilai komersialnya ditekan.

Meski demikian, stasiun televisi pemerintah CCTV menyatakan akan memperhatikan tanggapan Mbappe setelah permintaan maafnya, sekaligus mengamati tindakan sang pemain ke depan.

Baca Juga: France Football Ungkap Voting Ballon d'Or 2026, Kane Menang Tipis

Mao Zedong merupakan tokoh pendiri Republik Rakyat China yang memimpin negara tersebut sejak 1949 hingga meninggal pada 1976. Pembahasan yang dianggap merendahkan sosoknya masih menjadi isu sensitif di China.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi atlet dan perusahaan global bahwa reputasi figur publik dapat memengaruhi hubungan dengan konsumen, mitra bisnis, serta nilai komersial sebuah merek di pasar internasional.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×