kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.660   3,00   0,02%
  • IDX 6.684   64,30   0,97%
  • KOMPAS100 876   10,18   1,18%
  • LQ45 665   8,65   1,32%
  • ISSI 233   2,18   0,94%
  • IDX30 371   4,03   1,10%
  • IDXHIDIV20 458   3,31   0,73%
  • IDX80 100   1,19   1,21%
  • IDXV30 127   1,04   0,83%
  • IDXQ30 118   0,90   0,77%

Ekspor China Tumbuh 25%, Ditopang Produk Teknologi


Selasa, 08 September 2026 / 15:11 WIB
Ekspor China Tumbuh 25%, Ditopang Produk Teknologi
ILUSTRASI. Ekonomi China (via REUTERS/CHINA DAILY)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekspor China kembali mencatat pertumbuhan kuat pada Agustus 2026. Kinerja ini ditopang tingginya permintaan global terhadap produk teknologi, termasuk barang yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), di tengah lemahnya permintaan domestik.

Berdasarkan data bea cukai China yang dirilis Selasa, ekspor Negeri Tirai Bambu ini naik 25% secara tahunan (year-on-year/yoy) dalam denominasi dolar AS pada Agustus. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan 23,9% pada Juli dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, impor China tumbuh 28,2% yoy pada Agustus, meningkat dari 27,5% pada bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut masih di bawah perkiraan pasar yang mencapai 30%.

Kepala Ekonom ING untuk Greater China Lynn Song mengatakan, kuatnya permintaan eksternal masih menjadi penopang utama perekonomian China. Namun, keberlanjutan investasi teknologi dan risiko tarif menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

"Risiko tarif dan keberlanjutan siklus investasi teknologi merupakan faktor kunci yang perlu dipantau untuk melihat seberapa lama kekuatan ini akan bertahan," ujar Song dalam laporan Reuters (8/9).

Dalam delapan bulan pertama 2026, ekspor produk teknologi tinggi China melonjak 42,9% dalam denominasi dolar AS. Ekspor semikonduktor bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat secara nilai, meski volumenya hanya tumbuh 4,1%.

Ekspor kendaraan juga mencatat pertumbuhan signifikan. Nilai maupun volume ekspor mobil China meningkat lebih dari 50% dalam periode tersebut. Permintaan terhadap produk AI, kendaraan listrik, panel surya, serta baterai lithium-ion turut menopang kinerja ekspor.

Strategis senior China di ANZ, Zhaopeng Xing mengatakan, permintaan produk teknologi masih menjadi salah satu pendorong utama perdagangan China. Perusahaan juga masih mempercepat pengiriman barang ke Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian kebijakan tarif.

Di sisi lain, ketergantungan terhadap pasar eksternal membuat China menghadapi risiko meningkatnya tekanan dari mitra dagang. AS dan Uni Eropa sebelumnya telah mendorong Beijing mengurangi surplus perdagangannya.

Surplus perdagangan China pada Agustus mencapai US$119,09 miliar, naik dari US$112,5 miliar pada Juli. Dalam delapan bulan pertama 2026, surplus perdagangan China telah mencapai US$805,51 miliar dan berpotensi menembus US$1 triliun untuk tahun kedua berturut-turut.

Surplus perdagangan China dengan AS juga meningkat menjadi US$29,18 miliar pada Agustus. Ekspor China ke AS melonjak 34,4% yoy, sementara impor dari AS tumbuh 17,8%.

Meski ekspor tetap kuat, kondisi ekonomi domestik China masih menjadi perhatian. Pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 4,3% pada kuartal II 2026. Data terbaru juga menunjukkan perlambatan produksi industri dan penjualan ritel, sementara investasi aset tetap terus mengalami tekanan.

Pasar properti China yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu mesin pertumbuhan juga belum menunjukkan pemulihan berarti. Pemerintah telah meningkatkan dukungan fiskal, termasuk melalui instrumen pembiayaan senilai 800 miliar yuan atau sekitar US$119,21 miliar untuk menopang investasi infrastruktur.

Analis Guotai Haitong Securities Hao Zhou menilai data perdagangan terbaru belum cukup kuat untuk mendorong kebutuhan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

"Meskipun dukungan kebijakan lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan, kombinasi antara permintaan eksternal yang tangguh, momentum industri yang stabil, dan langkah-langkah fiskal yang semakin terarah mengisyaratkan bahwa waktu pelaksanaan serta urgensi pelonggaran moneter tambahan masih perlu dicermati lebih lanjut," ujar Zhou.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×