kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.064   25,84   0,43%
  • KOMPAS100 792   3,98   0,51%
  • LQ45 601   -0,98   -0,16%
  • ISSI 210   2,90   1,40%
  • IDX30 340   -0,80   -0,23%
  • IDXHIDIV20 422   -1,14   -0,27%
  • IDX80 90   0,33   0,37%
  • IDXV30 115   0,58   0,51%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Ekspor China pada Juni Melonjak Melampaui Perkiraan Terlecut Ledakan AI


Selasa, 14 Juli 2026 / 10:17 WIB
Ekspor China pada Juni Melonjak Melampaui Perkiraan Terlecut Ledakan AI
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-TRADE (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pertumbuhan ekspor China melampaui perkiraan pada bulan Juni 2026 karena permintaan yang kuat untuk semikonduktor. Ditambah lonjakan pengiriman barang oleh produsen ke Amerika Serikat (AS) menjelang potensi tarif baru.

Lonjakan ekspor China ini mengimbangi kekhawatiran yang lebih luas tentang perang Iran dan melemahnya permintaan global.

Kinerja perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan bahwa produsen China terus mempertahankan penjualan meskipun pertumbuhan melambat di negara-negara ekonomi utama dan ketidakpastian mengenai hubungan perdagangan dengan AS.

Permintaan yang kuat untuk produk teknologi terkait kecerdasan buatan (AI), pengiriman awal ke AS, dan penetapan harga agresif oleh eksportir China membantu mendukung penjualan di luar negeri.

Seperti dikutip Reuters, Selasa (14/7/2026), ekspor China naik 27% secara tahunan dalam nilai dolar AS pada Juni 2026. Ini merupakan kinerja terbaik China dalam empat bulan, melampaui kenaikan 19,4% pada bulan April dan kenaikan 18,2% yang diperkirakan oleh para ekonom.

Sementara, impor China melonjak 36%, dibandingkan dengan kenaikan 27,4% pada bulan sebelumnya, tertinggi dalam 5 tahun. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan sebesar 24% untuk bulan Juni.

Baca Juga: UE Tambahkan Beberapa Produk Sawit di Undang-Undang Anti-deforestasi

Investasi AI global memberikan bantalan penting bagi para produsen di ekonomi China senilai US$ 20 triliun, bahkan ketika gangguan dari konflik Timur Tengah dan penurunan pasar properti yang berkepanjangan terus membebani pertumbuhan secara keseluruhan.

Data aktivitas manufaktur terpisah untuk bulan Juni, yang dirilis akhir bulan lalu, menunjukkan permintaan luar negeri mulai pulih, tetapi harga di tingkat pabrik terus turun karena perusahaan memangkas harga untuk mendapatkan bisnis dari pelanggan yang tertekan oleh biaya energi yang lebih tinggi terkait dengan konflik Iran.

Eksportir China mendapat dorongan karena pengecer AS mempercepat pemesanan hingga empat hingga enam minggu untuk menambah stok menjelang penjualan Black Friday dan Natal, sebelum kenaikan tarif yang diperkirakan akan terjadi akhir tahun ini. Namun, ketidakpastian tetap tinggi setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada bulan Mei gagal memberikan terobosan yang diharapkan banyak orang.

Ekspor yang kuat membantu mendorong perekonomian melampaui ekspektasi pada kuartal pertama, tetapi momentum tersebut telah mendingin, memperkuat kekhawatiran para ekonom bahwa permintaan domestik yang lemah membuat China rentan jika kondisi eksternal melunak, sehingga meningkatkan prospek dukungan kebijakan lebih lanjut.

China akan menerbitkan angka produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi  untuk kuartal kedua pada hari Rabu besok.

Surplus perdagangan China mencapai US$ 125,6 miliar pada bulan Juni 2026, naik dari US$ 105,4 miliar pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: PM China Serukan Penilaian Ekonomi yang Objektif, Dorong Penguatan Stimulus




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×