kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.275   40,33   0,65%
  • KOMPAS100 823   4,75   0,58%
  • LQ45 627   3,49   0,56%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   2,39   0,68%
  • IDXHIDIV20 433   2,30   0,53%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Bank Sentral Vietnam Siapkan Paket Pinjaman 220 Triliun Dong Buat UKM


Selasa, 04 Agustus 2026 / 10:49 WIB
Diperbarui Selasa, 04 Agustus 2026 / 10:52 WIB
Bank Sentral Vietnam Siapkan Paket Pinjaman 220 Triliun Dong Buat UKM
ILUSTRASI. State Bank of Vietnam mengatakan sedang menyiapkan paket pinjaman lunak sebesar 220 triliun dong bagi UKM (REUTERS/Francesco Guarascio)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - HANOI. State Bank of Vietnam mengatakan sedang menyiapkan paket pinjaman lunak sebesar 220 triliun dong, sekitar Rp 150,97 triliun. Bank sentral Vietnam ini akan mengalokasikan dana tersebut bagi usaha kecil dan menengah (UKM) serta proyek-proyek prioritas, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penyaluran pinjaman dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Reuters melaporkan, mengutip pernyataan resmi bank sentral, Selasa (4/8/2026), Wakil Gubernur State Bank of Vietnam (SBV) Pham Thanh Ha mengungkapkan rencana tersebut dalam rapat pemerintah pada Senin (3/8/2026). Ha menambahkan mereka telah mengerjakan paket tersebut bersama bank-bank komersial milik negara.

Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 10% tahun ini. Ha mengatakan, pertumbuhan 8,18% yang tercatat pada semester pertama tahun 2026 berada di bawah ekspektasi.

Ha menyebut bank sentral telah mempertahankan suku bunga kebijakan utama tidak berubah tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bank memiliki akses ke pendanaan berbiaya rendah.

Baca Juga: Jepang Sebut Belanja Militer Bisa Dongkrak Ekonomi, Ini Strateginya

Strategi ini juga diharap mendorong bank dan lembaga keuangan untuk memangkas biaya, menyederhanakan prosedur, dan menurunkan suku bunga pinjaman untuk mendukung bisnis dan rumah tangga.

SBV telah menetapkan target pertumbuhan kredit sekitar 16% untuk tahun ini, dengan fleksibilitas untuk menyesuaikannya sesuai dengan kondisi ekonomi. Ha menyebut pinjaman yang beredar di sistem perbankan meningkat sebesar 8,38% selama tujuh bulan pertama tahun ini, setara dengan pertumbuhan tahunan sekitar 16,5%.

Ha menegaskan, SBV akan terus memantau risiko inflasi dan menjaga stabilitas sistem perbankan.  "Prospek ekonomi global diperkirakan akan tetap sangat tidak pasti dan bergejolak, yang menimbulkan tantangan bagi pengelolaan kebijakan moneter di negara-negara berkembang dan negara-negara dengan tingkat keterbukaan perdagangan yang tinggi seperti Vietnam," kata Ha.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×