Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas relatif stabil pada perdagangan Senin (5/10), setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil (yield) US Treasury diimbangi oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun tipis 0,1% menjadi US$ 4.139,89 per ons troi pada pukul 14.04 EDT atau 18.04 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,1% ke level US$ 4.156,80 per ons troi.
Baca Juga: Dinasti Politik Di Brasil, Dahulu Bapaknya, Kini Si Anak Berpeluang Jadi Presiden
Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan harga emas masih berpotensi mengalami penurunan dalam jangka pendek sebelum kembali menarik minat beli.
"Penurunan jangka pendek bisa terjadi sebelum pembeli masuk secara signifikan. Ini berkaitan dengan dolar yang terus menguat dan yield yang masih tinggi," ujar Razaqzada.
Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di saat yang sama, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di dekat level tertinggi dalam hampir dua dekade.
Namun, tekanan tersebut tertahan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Baca Juga: Gara-Gara Kebijakan Ini, Trump Digugat 26 Negara Bagian
"Data ekonomi AS yang kami lihat dalam beberapa hari terakhir sebagian besar mengecewakan ekspektasi. Kondisi ini membuat taruhan terhadap kenaikan suku bunga berkurang," kata Razaqzada.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober menurun setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih tajam dari perkiraan pada September. Data nonfarm payrolls untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hanya sekitar 22%, turun dari sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai 84%, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan minat investor terhadap emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Meski demikian, emas tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Chevron Tunjuk Eimear Bonner Pimpin Bisnis Minyak, Gas dan Produk
Investor selanjutnya menanti risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang akan dirilis pekan ini. Risalah tersebut akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga pada bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Di tengah dinamika kebijakan moneter AS, Metals Focus memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk mencetak rekor tertinggi baru pada 2027.
Konsultan logam mulia tersebut memperkirakan harga emas rata-rata mencapai US$ 5.330 per ons troi pada 2027. Permintaan emas diperkirakan tetap kuat seiring investor mencari alternatif terhadap aset tradisional berbasis dolar AS.
Sementara itu, harga perak naik 1,2% menjadi US$ 61,09 per ons troi. Platinum menguat 1,4% menjadi US$ 1.722,15 per ons troi, sedangkan palladium naik 0,7% menjadi US$ 1.176,33 per ons troi.














