kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.060   52,00   0,29%
  • IDX 6.277   42,66   0,68%
  • KOMPAS100 824   5,39   0,66%
  • LQ45 628   3,76   0,60%
  • ISSI 217   0,95   0,44%
  • IDX30 352   2,34   0,67%
  • IDXHIDIV20 432   2,02   0,47%
  • IDX80 94   0,55   0,59%
  • IDXV30 119   0,50   0,42%
  • IDXQ30 112   0,50   0,45%

Jepang Sebut Belanja Militer Bisa Dongkrak Ekonomi, Ini Strateginya


Selasa, 04 Agustus 2026 / 10:40 WIB
Jepang Sebut Belanja Militer Bisa Dongkrak Ekonomi, Ini Strateginya
ILUSTRASI. Industri Jepang (Kim Kyung-Hoon/REUTERS)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang menilai belanja militer dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di tengah upaya negara itu memperkuat sektor pertahanan.

Pandangan tersebut disampaikan dalam buku putih pertahanan (defence white paper) terbaru yang dirilis pada Selasa (4/8).

Dalam dokumen tersebut, Tokyo menjelaskan bahwa pengembangan industri pertahanan diharapkan mampu mempercepat inovasi teknologi, membuka peluang bagi perusahaan rintisan, serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Pemerintah pun mulai mengarahkan investasi pertahanan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Baca Juga: Arus Pelayaran di Selat Hormuz Masih Lesu, Negosiasi AS-Iran Belum Jelas

Industri Pertahanan Jadi Mesin Inovasi

Mengutip Reuters, buku putih tersebut mendorong pemanfaatan teknologi yang dikembangkan perusahaan sipil untuk mendukung produksi alat utama sistem persenjataan atau alutsista.

Pemerintah juga ingin memperluas peran startup dalam menciptakan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh sektor pertahanan.

Selain itu, Jepang berencana meningkatkan penggunaan komponen komersial pada berbagai sistem persenjataan agar proses pengembangan berlangsung lebih cepat dan efisien.

"Pendekatan tersebut dapat mempercepat lahirnya teknologi baru sekaligus menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja," ungkap Kementerian Pertahanan Jepang.

China Tetap Menjadi Perhatian Utama

Jepang tetap menempatkan situasi keamanan kawasan sebagai dasar peningkatan kemampuan militernya.

Dalam buku putih itu, aktivitas militer China disebut sebagai tantangan strategis terbesar yang dihadapi Jepang.

Pemerintah juga menyoroti perkembangan kemampuan militer Rusia dan Korea Utara yang dinilai memengaruhi stabilitas kawasan.

Sejumlah analis memperkirakan strategi keamanan nasional yang sedang disusun akan kembali mengusulkan peningkatan anggaran pertahanan, terutama untuk memperkuat kemampuan pencegahan terhadap potensi konflik di sekitar Taiwan.

Baca Juga: Indeks Nikkei Melemah: Kekhawatiran Intervensi Yen Membuat Investor Tetap Waspada

Anggaran Pertahanan Terus Ditingkatkan

Jepang telah menaikkan belanja pertahanan hingga setara 2% dari produk domestik bruto (PDB), level tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Reuters mencatat, Jepang mengalokasikan anggaran sebesar 122,3 triliun yen untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027

Tokyo kemudian menambah paket belanja 3,1 triliun yen guna membantu rumah tangga dan dunia usaha menghadapi kenaikan biaya energi.

Sebagian besar tambahan anggaran pertahanan sejauh ini digunakan untuk memperkuat kemampuan serangan jarak jauh, termasuk pengadaan rudal yang mampu menjangkau sasaran lebih dari 1.000 kilometer.

Setelah ini, Jepang diperkirakan akan memperbesar investasi pada drone dan sistem persenjataan tanpa awak.

Arah kebijakan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi militer yang terlihat dalam perang Rusia-Ukraina, di mana drone memainkan peran penting dalam berbagai operasi tempur.

Baca Juga: ​1.367 Bitcoin Raib dari Ribuan Dompet Coldcard, Kerugian Tembus Rp 1,6 Triliun


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×