Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia berpeluang melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa (6/10/2026).
Penurunan harga minyak dan rekor penguatan Wall Street meningkatkan selera risiko investor sekaligus menopang saham pertambangan dan perbankan.
Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 0,5% menjadi 8.729,00 pada pukul 00.17 GMT. Pada perdagangan Senin (5/10), indeks acuan tersebut telah menguat 0,1%.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis Selasa (6/10) Pagi, Brent Masih Bertahan di Sekitar US$ 100
Sentimen pasar mendapat dorongan dari penurunan harga minyak yang hampir US$ 2 per barel pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah serta komitmen negara-negara G7 untuk memperkuat pasokan membantu meredakan kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan energi.
Penurunan harga minyak tersebut turut mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat energi, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Namun, saham sektor energi justru tertekan. Indeks sektor energi turun 0,9%, dengan saham Woodside Energy melemah 0,8% dan Santos turun 0,4%.
Sebaliknya, saham pertambangan dan perbankan menjadi penopang utama bursa Australia.
Penguatan tersebut mengikuti membaiknya sentimen risiko global setelah Nasdaq ditutup di level rekor pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: ASEAN Terancam Krisis Energi, Impor Minyak dari Timur Tengah Jadi Sorotan
Ekspektasi The Fed menopang pasar
Sentimen investor juga didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan pada pekan lalu memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.
Baca Juga: Drone Serang PLTN Zaporizhzhia, Rusia: Tak Ada Ancaman Keselamatan Nuklir
Di Sydney, indeks saham pertambangan naik 0,8% dan berada di jalur penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh harga tembaga yang lebih tinggi.
Saham BHP Group naik 0,4%, sementara Rio Tinto bergerak datar. Rio Tinto dijadwalkan merilis laporan produksi kuartal ketiganya pada pekan depan.
Sementara itu, indeks saham perbankan menguat 0,2%. Dari kelompok empat bank besar Australia, hanya National Australia Bank (NAB) yang mencatat kenaikan pada perdagangan tersebut.
Saham sektor emas juga menguat 0,2%. Sektor properti naik 1,6%, sedangkan saham kesehatan menguat 0,7%.
Namun, tidak seluruh sektor bergerak positif. Saham teknologi turun 0,7% dan berada di jalur mencatat sesi terburuk sejak 25 September.
Baca Juga: AS Hadapi Wabah Campak Terburuk Sejak 1991, New York Tetapkan Status Darurat
Saham WiseTech Global menjadi salah satu pemberat utama indeks acuan dengan penurunan 2,3%.
Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 juga menguat 0,2% menjadi 13.719,93.
Dengan demikian, pasar saham Australia masih mendapat dukungan dari kombinasi harga energi yang lebih rendah, penguatan Wall Street dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih longgar.














