kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Iron Lady Jepang Takaichi Raih Kemenangan Pemilu Bersejarah


Senin, 09 Februari 2026 / 08:13 WIB
Iron Lady Jepang Takaichi Raih Kemenangan Pemilu Bersejarah
ILUSTRASI. JAPAN-POLITICS/Sanae Takaichi (Pool via REUTERS/YUICHI YAMAZAKI)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum pada Minggu (8/2/2026), membuka jalan bagi rencana pemangkasan pajak yang sempat mengguncang pasar keuangan serta peningkatan belanja militer untuk menghadapi pengaruh China.

Takaichi yang berhaluan konservatif, perdana menteri perempuan pertama Jepang dan mengaku terinspirasi oleh “Iron Lady” Inggris Margaret Thatcher berhasil mengantarkan Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih 316 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen, capaian terbaik sepanjang sejarah partai tersebut.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Senin (9/2/2026), Saham Jepang Cetak Rekor Tertinggi

Bersama mitra koalisinya, Japan Innovation Party (Ishin), Takaichi kini menguasai 352 kursi, atau mayoritas dua pertiga.

Kekuatan ini mempermudah agenda legislatifnya karena memungkinkan pemerintah mengabaikan veto majelis tinggi, tempat koalisi belum memegang mayoritas.

Pemilu Musim Dingin Bersejarah

“Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar, terutama pergeseran signifikan dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan,” ujar Takaichi dalam wawancara televisi saat hasil pemilu diumumkan.

“Ini adalah kebijakan yang memicu banyak penentangan. Jika kami telah menerima dukungan publik, maka kami benar-benar harus menangani isu-isu ini dengan sepenuh tenaga,” katanya.

Baca Juga: Bursa Saham Jepang Melejit! Indeks Nikkei Tembus Rekor Tertinggi Baru di Pagi Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan ucapan selamat kepada Takaichi melalui media sosial, seraya mendoakan keberhasilannya menjalankan agenda konservatif dan kebijakan “Peace Through Strength”. Trump juga mengatakan akan menjamu Takaichi di Gedung Putih bulan depan.

Takaichi (64 tahun) menggelar pemilu kilat di musim dingin, langkah yang jarang diambil untuk memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang tinggi sejak ditunjuk memimpin LDP akhir tahun lalu.

Citra lugas dan pekerja keras membuat banyak pemilih tertarik, meski sikap nasionalistik dan fokusnya pada keamanan telah menegangkan hubungan dengan China. Sementara itu, janji pemangkasan pajak memicu kegelisahan di pasar keuangan.

Pemilu berlangsung di tengah badai salju di sejumlah wilayah. Warga harus menerjang salju tebal dan suhu di bawah nol derajat untuk memberikan suara, bahkan beberapa tempat pemungutan suara terpaksa ditutup lebih awal.

Ini menjadi pemilu Februari ketiga sejak Perang Dunia II, karena biasanya pemilu digelar pada bulan-bulan yang lebih hangat.

Di luar sebuah TPS di kota Uonuma, Prefektur Niigata, seorang guru bernama Kazushige Cho (54) mengatakan ia memilih LDP karena Takaichi memberi arah yang jelas bagi negara.

“Rasanya seperti seluruh negara bergerak bersama dan melangkah maju,” ujarnya.

Baca Juga: Terungkap! Skema Baru UE Redakan Perang Dagang EV China-Eropa

Pajak dan Kekhawatiran Pasar

Namun, janji Takaichi untuk menangguhkan pajak penjualan 8% atas bahan makanan demi membantu rumah tangga menghadapi lonjakan harga membuat investor khawatir.

Jepang saat ini merupakan negara dengan beban utang terbesar di antara negara maju.

Takaichi mengatakan akan mempercepat pembahasan pemangkasan pajak tersebut sambil tetap menjaga keberlanjutan fiskal.

“Rencana pemotongan pajak konsumsi ini masih menyisakan tanda tanya besar soal pendanaan dan bagaimana perhitungan anggarannya bisa seimbang,” kata Chris Scicluna, Kepala Riset Daiwa Capital Markets Europe di London.

Ketua asosiasi bisnis terbesar Jepang Keidanren, Yoshinobu Tsutsui, menyambut kemenangan Takaichi karena dinilai mengembalikan stabilitas politik.

“Perekonomian Jepang kini berada di titik krusial untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Terbaru! Ini Target Harga Emas dari Bank-Bank Besar Global

Didukung Pemilih Muda, Ditentang Beijing

LDP, yang telah berkuasa hampir sepanjang sejarah pascaperang Jepang, sempat kehilangan kendali atas kedua majelis parlemen dalam 15 bulan terakhir di bawah pendahulu Takaichi, Shigeru Ishiba.

Takaichi berhasil membalikkan keadaan dengan menarik simpati pemilih muda, bahkan memicu fenomena “sanakatsu”—kira-kira berarti “demam Sanae”.

Tas tangan dan pulpen berwarna merah muda yang sering digunakannya di parlemen menjadi barang incaran penggemar.

Namun, China menunjukkan sikap tidak bersahabat. Beberapa pekan setelah menjabat, Takaichi memicu ketegangan terbesar dengan Beijing dalam lebih dari satu dekade setelah secara terbuka menguraikan kemungkinan respons Tokyo jika China menyerang Taiwan.

China membalas dengan sejumlah langkah, termasuk imbauan agar warganya tidak bepergian ke Jepang.

Baca Juga: Kim Jong Un Buka Kongres Langka: Apa Rahasia di Balik Jadwal Ini?

Presiden Taiwan Lai Ching-te menjadi salah satu pemimpin asing pertama yang mengucapkan selamat kepada Takaichi, seraya berharap kemenangannya membawa masa depan yang lebih makmur dan aman bagi Jepang serta mitranya di kawasan.

Mandat kuat yang diraih Takaichi berpotensi mempercepat rencana penguatan pertahanan Jepang, langkah yang diperkirakan akan semakin memanaskan hubungan dengan Beijing, yang menuduh Takaichi berupaya menghidupkan kembali masa lalu militeristik Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pada Minggu malam bahwa pemerintah ingin melanjutkan penguatan pertahanan sembari tetap membuka dialog dengan China.

“Beijing tidak akan menyambut kemenangan Takaichi,” kata David Boling, analis utama di Asia Group, perusahaan konsultan risiko geopolitik.

“China kini harus menerima kenyataan bahwa Takaichi benar-benar kokoh berkuasa, dan upaya mereka untuk mengisolasinya telah gagal total.”

Selanjutnya: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (9/2) Sama-Sama Mager

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (9/2) Sama-Sama Mager




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×