kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kim Jong Un Buka Kongres Langka: Apa Rahasia di Balik Jadwal Ini?


Senin, 09 Februari 2026 / 04:20 WIB
Kim Jong Un Buka Kongres Langka: Apa Rahasia di Balik Jadwal Ini?
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan putrinya Kim Ju Ae (via REUTERS/KCNA)


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Korea Utara akan menggelar kongres partai pada akhir Februari 2026. Ini menjadi kongres besar pertama sejak 2021, menurut laporan media pemerintah pada Minggu (8/2).

Mengutip Channel News Asia, keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan tertinggi Partai Pekerja Korea (Workers Party of Korea/WPK) pada Sabtu, yang juga dihadiri oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi KCNA.

“Kantor Politik Komite Sentral WPK dengan suara bulat memutuskan untuk membuka Kongres Kesembilan WPK di Pyongyang pada akhir Februari 2026,” tulis KCNA.

Kongres partai terakhir, yang merupakan kongres kedelapan, digelar pada Januari 2021.

Ajang Politik Terpenting Korea Utara

Dalam kongres 2021, Kim Jong Un ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai, sebuah gelar yang sebelumnya hanya disandang oleh ayahnya sekaligus pendahulunya, Kim Jong Il. Para analis menilai langkah itu sebagai upaya untuk memperkuat otoritas Kim.

Kongres partai merupakan forum politik tertinggi di Korea Utara. Acara ini biasanya menjadi ajang unjuk kekuatan rezim, sekaligus platform untuk mengumumkan perubahan kebijakan penting maupun perombakan elite.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Tepis Tuduhan Bohong soal Pembelian Bitcoin

Kongres 2021 digelar hanya beberapa hari sebelum pelantikan Presiden AS saat itu, Joe Biden, serta berlangsung di tengah penutupan perbatasan yang ketat akibat pandemi COVID-19.

Kala itu, para analis menilai pesan politik yang disampaikan Korea Utara bersifat menantang Amerika Serikat, menyusul gagalnya negosiasi dengan pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Donald Trump.

Nuklir dan Ketegangan Regional

Trump, yang kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, telah menyatakan keinginannya untuk memulai kembali perundingan dengan Pyongyang, namun hingga kini belum membuahkan hasil signifikan.

Ketegangan di kawasan tetap tinggi, terutama setelah Korea Utara mengecam langkah Korea Selatan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam pengembangan teknologi kapal selam bertenaga nuklir.

Sejak kongres 2021, Korea Utara terus mengembangkan arsenal nuklirnya dan berulang kali melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM), meski dilarang oleh Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Prediksi Bitcoin Februari 2026: Stabil di US$75.000, Pulih Setelah Penurunan Tajam

Pada akhir bulan lalu, Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba peluncuran roket dari sistem peluncur roket ganda. Ia menyatakan bahwa “rencana tahap berikutnya untuk memperkuat pencegah perang nuklir negara” akan diperjelas dalam kongres partai mendatang.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×