Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan akan membubarkan parlemen pada Jumat dan menggelar pemilihan umum nasional guna meminta dukungan pemilih terhadap rencana peningkatan belanja negara serta strategi keamanan baru yang diperkirakan akan mempercepat penguatan pertahanan Jepang.
Pemilu dadakan tersebut akan menentukan seluruh 465 kursi di majelis rendah parlemen. Ini sekaligus menjadi ujian elektoral pertama bagi Takaichi sejak ia menjabat sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang pada Oktober lalu.
Keputusan menggelar pemilu lebih awal dinilai memungkinkan Takaichi memanfaatkan tingkat dukungan publik yang masih kuat untuk memperkokoh kendalinya atas Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, sekaligus mengamankan mayoritas koalisi pemerintah yang saat ini relatif rapuh.
Baca Juga: Saham Jepang Merosot, Investor Hadapi Risiko Geopolitik & Perang Dagang Baru
Namun, pemilihan ini juga akan menguji sejauh mana pemilih bersedia menerima peningkatan belanja negara di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat dan menjadi kekhawatiran utama masyarakat.
Jajak pendapat yang dirilis stasiun penyiaran publik NHK pekan lalu menunjukkan, sebanyak 45% responden menyebut kenaikan harga sebagai kekhawatiran terbesar mereka, disusul isu diplomasi dan keamanan nasional sebesar 16%.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
