Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sentimen konsumen Australia kembali merosot pada Oktober 2026 seiring kenaikan suku bunga yang semakin menekan biaya hidup dan kondisi keuangan rumah tangga.
Melansir Reuters Selasa (6/10//2026), Survei Westpac-Melbourne Institute menunjukkan, indeks sentimen konsumen Australia turun 4,7% menjadi 80,4 pada Oktober. Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan 5,2% pada September.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, indeks sentimen konsumen Australia telah merosot hampir 13%.
Baca Juga: AS Hadapi Wabah Campak Terburuk Sejak 1991, New York Tetapkan Status Darurat
Kondisi tersebut menunjukkan jumlah konsumen yang pesimistis jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang optimistis.
Kepala Australian Macro-Forecasting Westpac Matthew Hassan mengatakan, level sentimen konsumen saat ini termasuk yang terburuk sejak survei bulanan tersebut dimulai pada awal 1970-an.
"Pada level sedikit di atas 80, indeks sentimen terbaru termasuk dalam 40 pembacaan terburuk sejak survei bulanan kami dimulai pada awal 1970-an," kata Hassan.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan periode terburuk dari sentimen yang sangat lemah secara berulang sejak resesi ekonomi Australia pada awal 1990-an.
Pelemahan sentimen terjadi setelah Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga. RBA menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya sepanjang tahun ini sehingga mencapai 4,60%, level tertinggi dalam 15 tahun.
Bank sentral Australia juga memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut masih mungkin diperlukan untuk menekan inflasi.
Baca Juga: Yield US Treasury Naik, Tenor 10 dan 30 Tahun Cetak Rekor 24 Tahun
Dampak kenaikan suku bunga terlihat jelas dalam hasil survei. Dari seluruh responden, sekitar 40% memberikan tanggapan setelah keputusan kenaikan suku bunga RBA.
Kelompok tersebut mencatat indeks kepercayaan hanya 67,2, jauh lebih rendah dibandingkan 86,9 pada 60% responden yang memberikan tanggapan sebelum rapat RBA.
Tekanan terhadap keuangan rumah tangga juga semakin terlihat. Indeks yang mengukur kondisi keuangan keluarga dibandingkan setahun sebelumnya anjlok 8,0%. Sementara itu, indikator mengenai prospek keuangan keluarga turun 6,4%.
Penilaian konsumen terhadap prospek ekonomi Australia juga mengalami penurunan signifikan. Di sisi lain, indikator mengenai apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli barang rumah tangga berukuran besar turun 7,1%.
Data tersebut menunjukkan kenaikan suku bunga mulai memberikan tekanan yang lebih besar terhadap daya beli dan keputusan belanja rumah tangga Australia.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun US$ 2, Ekspor Timur Tengah Mulai Pulih
Pelemahan sentimen konsumen juga menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan suku bunga berada di level tertinggi dalam 15 tahun dan RBA masih membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut, tekanan terhadap rumah tangga Australia berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.














