kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   0,00   0,00%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Inflasi Korea Selatan Turun ke 2,8% pada Juli 2026, di Bawah Ekspektasi Pasar


Selasa, 04 Agustus 2026 / 07:05 WIB
Inflasi Korea Selatan Turun ke 2,8% pada Juli 2026, di Bawah Ekspektasi Pasar
ILUSTRASI. Bursa Korea Selatan - Won (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Laju inflasi Korea Selatan melambat ke level terendah dalam tiga bulan pada Juli 2026.

Penurunan harga minyak menjadi faktor utama yang meredakan tekanan inflasi, meski pemerintah dan bank sentral masih mewaspadai berbagai risiko yang berpotensi mendorong kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Mengutip Reuters, Selasa (4/8), data Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menunjukkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 2,8% secara tahunan (year on year/YoY) pada Juli.

Baca Juga: TikTok Capai Kesepakatan Damai dalam Gugatan Dampak Media Sosial pada Remaja

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 3,2% pada Juni dan juga berada di bawah ekspektasi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan inflasi sebesar 3,0%.

Secara bulanan (month to month/mtm), CPI turun 0,2%, menjadi penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir.

Sebelumnya, para ekonom memperkirakan inflasi bulanan naik 0,1%, sama seperti capaian pada Juni.

Penurunan indeks harga terutama dipicu oleh anjloknya harga produk minyak bumi sebesar 5,5% sepanjang Juli.

Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan Lee Hyoung-il mengatakan, tekanan inflasi masih belum sepenuhnya hilang.

"Tekanan kenaikan harga, termasuk ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah, masih tetap ada," ujarnya.

Kementerian Keuangan memperkirakan kebijakan pembatasan harga bahan bakar secara nasional berhasil menekan laju inflasi sekitar 0,3 poin persentase pada Juli.

Baca Juga: Aston Martin Terancam Gugatan Kreditur, Penjualan Hak Merek Dipersoalkan

Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa pada Agustus inflasi diperkirakan akan meningkat sekitar 0,8 poin persentase akibat base effect, menyusul berakhirnya program diskon sementara tarif telepon seluler yang diterapkan pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tiga pekan pada Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan baru terhadap Iran dengan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat meningkatkan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Sementara itu, Bank of Korea (BoK) bulan lalu menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun.

Bank sentral juga mengisyaratkan masih ada peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut, seiring kuatnya pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang dinilai dapat memicu tekanan inflasi.

Baca Juga: Trump Klaim Pembicaraan dengan Iran Berlangsung, Teheran Membantah Ada Negosiasi

Adapun inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi yang bergejolak, naik 2,6% secara tahunan pada Juli, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 2,5% pada Juni.

Angka tersebut menjadi laju kenaikan tertinggi sejak Desember 2023, menandakan tekanan harga domestik masih relatif kuat meskipun inflasi utama mulai melandai.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×