Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur Korea Selatan tetap berada di zona ekspansi pada Juni 2026. Namun, laju pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya seiring melemahnya permintaan ekspor di tengah dampak konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan survei S&P Global yang dirilis Rabu (1/7), indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Korea Selatan tercatat sebesar 52,1 pada Juni, turun dari 54,8 pada Mei yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari lima tahun terakhir.
Baca Juga: Coinbase, Ripple, Crypto.com Masuk Daftar Donatur Terbesar Pemilu AS 2026
Meski melambat, angka PMI yang masih berada di atas level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur Korea Selatan masih berada dalam fase ekspansi. Level di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan, sedangkan di bawah 50 menandakan kontraksi.
Survei tersebut menunjukkan pertumbuhan produksi dan pesanan baru melambat pada Juni. Sementara itu, pesanan ekspor baru turun untuk bulan kedua berturut-turut akibat dampak berkepanjangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu aktivitas perdagangan.
Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, mengatakan perusahaan-perusahaan manufaktur juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku serta kendala pasokan.
Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati, Cermati Mandeknya Perundingan AS-Iran dan Arah The Fed
"Perusahaan secara umum melaporkan bahwa kenaikan harga bahan baku, disertai kesulitan memperoleh dan menerima pasokan akibat keterlambatan pengiriman dan kelangkaan bahan, membebani kinerja sektor manufaktur," ujar Bhatti.
Di sisi lain, optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha dalam 12 bulan ke depan juga melemah ke level terendah sejak November 2025.
Pelemahan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian domestik serta potensi berlanjutnya kenaikan harga bahan baku.
Data ini melengkapi laporan yang dirilis sehari sebelumnya, yang menunjukkan output manufaktur Korea Selatan turun selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan berada di bawah ekspektasi pasar.
Baca Juga: Prediksi Inggris vs RD Kongo: The Three Lions Wajib Waspadai Kejutan Afrika
Meski demikian, perekonomian Korea Selatan masih mencatat pertumbuhan kuat pada kuartal I-2026, didorong oleh lonjakan ekspor semikonduktor yang mendapat manfaat dari tingginya investasi global di sektor kecerdasan buatan (AI).












