Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Perusahaan-perusahaan kripto ternyata menjadi kekuatan utama dalam pendanaan politik di Amerika Serikat menjelang Pemilu Paruh Waktu 2026.
Laporan terbaru dari organisasi advokasi konsumen Public Citizen menunjukkan enam dari sepuluh penyumbang korporasi terbesar kepada super Political Action Committee (PAC), yaitu organisasi yang mengumpulkan dana untuk mendukung kandidat maupun agenda politik tertentu.
Mengutip Reuters, secara keseluruhan industri kripto telah menggelontorkan US$ 189 juta atau sekitar Rp3,39 triliun untuk mendukung berbagai kandidat dan agenda politik pada siklus Pemilu AS 2026.
Nilai tersebut melampaui pengeluaran industri kripto pada Pemilu AS 2024 yang mencapai US$ 170 juta.
Menurut Public Citizen, lebih dari sepertiga seluruh dana politik yang berasal dari korporasi untuk pemilu November 2026 dan pemilihan pendahuluan berasal dari industri kripto.
Rick Claypool, Direktur Riset Public Citizen sekaligus penulis laporan tersebut, mengatakan pengaruh uang korporasi dalam politik Amerika terus meningkat.
"Kesimpulan utamanya adalah uang korporasi memainkan peran yang lebih besar dari sebelumnya dalam pemilu kita, dan tren ini terus berkembang," ujarnya.
Baca Juga: Untung Besar! Trump Kantongi US$ 1,4 Miliar dari Bisnis Kripto di 2025
Daftar Perusahaan Kripto Penyumbang Terbesar Pemilu AS
Dominasi perusahaan kripto semakin terlihat jelas dalam daftar penyumbang terbesar kepada super PAC yang berfokus pada kepentingan korporasi.
Andreessen Horowitz menempati posisi pertama, disusul Ripple Labs dan Foris DAX yang merupakan afiliasi Crypto.com.
Silakan simak tabel berikut:
| Peringkat | Perusahaan | Sektor | Donasi (US$ juta) | Estimasi (Rp triliun)* |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Andreessen Horowitz | Modal ventura/kripto | 51,65 | 0,93 |
| 2 | Ripple Labs | Kripto | 49,60 | 0,89 |
| 3 | Foris DAX (Crypto.com) | Bursa kripto | 38,60 | 0,69 |
| 4 | Coinbase | Bursa kripto | 35,20 | 0,63 |
| 5 | Winklevoss Capital Fund LLC & Gemini Trust Company | Kripto | 25,70 | 0,46 |
| 6 | FanDuel | Taruhan online | 21,50 | 0,39 |
| 7 | DK Crown Holdings Inc. (DraftKings) | Taruhan online | 20,00 | 0,36 |
| 8 | Cantor Fitzgerald | Jasa keuangan | 10,00 | 0,18 |
| 9 | Blockchain.com Inc. | Kripto | 5,00 | 0,09 |
| 10 | Tools for Humanity Corporation | Teknologi/AI | 5,00 | 0,09 |
*Estimasi menggunakan kurs Rp17.930 per dolar AS.
Baca Juga: Bank Dunia Hentikan Pinjaman ke China Mulai 2031, Ini Alasannya
Terlihat jelas ada enam perusahaan berasal dari industri kripto. Mereka adalah Andreessen Horowitz, Ripple Labs, Foris DAX (Crypto.com), Coinbase, Winklevoss Capital Fund LLC & Gemini Trust Company, serta Blockchain.com.
Selain sektor kripto, perusahaan AI, teknologi besar, dan taruhan online juga aktif mendanai aktivitas politik.
Jika digabungkan, keempat sektor tersebut telah menggelontorkan sekitar US$ 294 juta atau sekitar Rp5,27 triliun sepanjang siklus Pemilu AS 2026.
Baca Juga: Inggris Longgarkan Aturan Stablecoin, Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?
Industri Kripto Terus Dorong Regulasi Baru
Menurut laporan tersebut, strategi pendanaan politik industri kripto mulai membuahkan hasil setelah Pemilu AS 2024.
Kongres Amerika Serikat mengesahkan undang-undang yang membentuk kerangka regulasi federal untuk stablecoin, yakni aset kripto yang nilainya dipatok terhadap dolar AS.
Kini industri kripto juga mendorong pengesahan Clarity Act, rancangan undang-undang yang akan memperjelas regulasi aset digital di Amerika Serikat.
Trump sendiri menjadikan reformasi regulasi kripto sebagai salah satu agenda pemerintahannya dan Gedung Putih terus mendorong agar Clarity Act dapat segera disahkan menjadi undang-undang.
Saat ini pembahasan RUU tersebut masih tertahan di Senat. Sejumlah analis menilai peluang pengesahannya sebelum pemilu masih belum pasti, terutama jika Partai Demokrat berhasil menguasai Dewan Perwakilan Rakyat setelah pemilu mendatang.
Baca Juga: Saham Penambang Bitcoin Ionic Digital Segera Diperdagangkan di Nasdaq












