Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Perusahaan penambang Bitcoin sekaligus penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Ionic Digital, mengajukan pencatatan saham di bursa Nasdaq melalui skema direct listing.
Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah perusahaan mengantongi pendanaan baru yang mengerek valuasinya menjadi US$2 miliar atau sekitar Rp35,74 triliun.
Mengutip laporan Reuters pada Senin (30/6), Ionic Digital berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode IOND.
Dalam dokumen yang diajukan ke regulator, pemegang saham perusahaan berencana menjual hingga 10,8 juta saham biasa.
Berbeda dengan penawaran umum perdana (IPO), direct listing tidak melibatkan penerbitan saham baru maupun penggalangan dana dari investor publik.
Melalui skema ini, saham yang telah dimiliki investor atau pemegang saham lama langsung diperdagangkan di bursa tanpa melalui penjamin emisi (underwriter).
Baca Juga: Apple Menuding KPPU India Copy Paste Tuduhan Pelapor dalam Memutuskan Kasus
Raup Pendanaan Rp7,15 Triliun
Rencana melantai di Nasdaq diumumkan tidak lama setelah Ionic Digital memperoleh pendanaan sebesar US$400 juta atau sekitar Rp7,15 triliun.
Pendanaan tersebut dipimpin oleh investor baru, yakni Attestor, Oaktree Capital Management, dan Sachem Head Capital Management.
Berkat suntikan modal tersebut, valuasi perusahaan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp35,74 triliun sebelum pendanaan (pre-money valuation).
Langkah ini memperkuat posisi Ionic Digital sebagai salah satu perusahaan penambangan Bitcoin yang tengah memperluas bisnisnya, termasuk di sektor infrastruktur AI yang saat ini berkembang pesat.
Baca Juga: Serangan Siber Iran Terhadap Israel Melonjak Tiga Kali Lipat Sejak Konflik Memanas
Berasal dari Restrukturisasi Celsius
Ionic Digital dibentuk pada Januari 2024 untuk mengambil alih aset penambangan kripto milik Celsius Mining, anak usaha Celsius Network, sebagai bagian dari proses restrukturisasi perusahaan.
Restrukturisasi tersebut memperoleh persetujuan pengadilan kebangkrutan Amerika Serikat pada November 2023.
Sebagai bagian dari proses reorganisasi, Ionic Digital menerbitkan sekitar 37 juta saham Kelas A kepada para kreditur Celsius, sehingga mereka menjadi pemegang saham perusahaan baru.
Celsius Network yang berbasis di New Jersey mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 pada Juli 2022, sekitar satu bulan setelah membekukan akun pelanggan untuk menghentikan penarikan dana.
Perusahaan itu menjadi salah satu pemberi pinjaman aset kripto yang kolaps setelah industri kripto mengalami gejolak hebat menyusul lonjakan pesat selama pandemi Covid-19.
Krisis tersebut memicu kebangkrutan sejumlah perusahaan kripto besar di tengah anjloknya harga aset digital.
Untuk mendukung proses pencatatan saham di Nasdaq, Ionic Digital menunjuk J.P. Morgan, Jefferies, dan BTIG sebagai penasihat keuangan.
Baca Juga: Survei Invesco: SWF dan Bank Sentral Dunia Mulai Ragukan Masa Depan Dolar AS














