kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Apple Menuding KPPU India Copy Paste Tuduhan Pelapor dalam Memutuskan Kasus


Senin, 29 Juni 2026 / 17:38 WIB
Apple Menuding KPPU India Copy Paste Tuduhan Pelapor dalam Memutuskan Kasus
ILUSTRASI. Apple menuduh penyelidik komisi persaingan usaha India menjiplak klaim para pesaingnya dan tidak melakukan investigasi yang tepat (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Apple menuduh penyelidik komisi persaingan usaha India menjiplak klaim para pesaingnya dan tidak melakukan investigasi yang tepat. India sebelum ini menuding perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat (AS) tersebut melanggar undang-undang persaingan usaha.

Reuters melaporkan, mengutip dokumen pengadilan yang diajukan Apple, perusahaan tersebut meminta agar temuan tersebut dibatalkan.

Apple mengajukan dokumen pada 25 Juni. Ini menjadi babak baru dalam pertarungan Apple dengan Komisi Persaingan Usaha atawa Competition Commission of India (CCI). Dalam kasus ini, Match, pemilik Tinder, dan perusahaan rintisan India menjadi pelapor Apple.

Dalam pengajuannya, Apple menyusun tabel untuk mendukung narasinya bahwa tim investigasi CCI tidak melakukan analisis sendiri dan malah melakukan copy-paste banyak pengajuan dari pihak lawan dalam kasus ini, seperti Match, aplikasi pembayaran India milik Walmart, PhonePe, dan pesaing India, Paytm.

Baca Juga: British American Tobbaco Berencana Pangkas 9.000 Karyawan

Apple menuding penyelidik CCI sama sekali tidak berupaya memverifikasi secara independen atau menilai secara kritis pernyataan-pernyataan tersebut.

Apple juga mengatakan bahwa laporan investigasi CCI secara membabi buta mereplikasi grafik tentang pengeluaran konsumen di seluruh dunia untuk aplikasi dan game seluler dari putusan Uni Eropa terhadap Apple pada 2024, meskipun kondisi pasar di India berbeda.

Sedikit kilas balik, pada 2024, penyelidik CCI secara pribadi mengeluarkan laporan yang menyatakan Apple menyalahgunakan platform aplikasi sistem operasi iOS-nya, dan secara keliru mewajibkan penggunaan sistem pembayarannya.

Apple telah membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, Apple menyatakan mereka pemain kecil dengan pangsa pasar kurang dari 6% di pasar ponsel pintar India. Apple menyebut kesimpulan investigasi didasarkan pada klaim para pesaing, bukan pada analisis independen CCI.

Baca Juga: Militer Israel Klaim Hancurkan Terowongan Hezbollah di Lebanon Selatan

Apple mengatakan, perubahan paksa apa pun pada App Store Apple yang dirancang dengan cermat dapat mengganggu model bisnis terintegrasinya. Perusahaan ini juga menolak hukuman dan tindakan perbaikan apa pun yang dapat memaksa perusahaan ini mengubah pendekatannya.

"Penerapan tindakan perbaikan akan menciptakan ketidakpastian regulasi dan dapat menghambat investasi di ekonomi digital India," tulis pihak Apple dalam dokumen pengadilan.

CCI dan kepala investigasinya tidak menanggapi pertanyaan Reuters. Apple juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Sebelum ini, argumen serupa dari perusahaan besar lainnya gagal mempengaruhi CCI. Pada 2023, Google milik Alphabet berpendapat dalam kasus antimonopolinya bahwa perintah CCI berisiko menghambat pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Prediksi Belanda vs Maroko: Atlas Lions Dijagokan Bikin Kejutan di 32 Besar

Tetapi perusahaan tersebut kemudian dipaksa untuk melakukan perubahan pada cara mereka mempromosikan sistem Android-nya, yang mendominasi pasar ponsel pintar India.

Para pejabat senior dari CCI dijadwalkan akan mengadakan sidang tertutup dengan semua pihak dalam kasus ini pada tanggal 21 Juli.




TERBARU

[X]
×