Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bank Dunia akan menghentikan pinjaman ke China pada tahun 2031 setelah bertahun-tahun mengalami penurunan pinjaman. Hal ini juga mencerminkan kebangkitan China menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.
Selasa (30/6/2026), tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Dewan Bank Dunia akan meninjau rencana tersebut pada pekan keempat bulan Juli, meskipun tidak diperlukan pemungutan suara resmi, kata salah satu sumber.
Kabarnya, rencana tersebut sudah disetujui oleh Bank Dunia dan China sebagai bagian dari “kerangka kemitraan negara” yang berjangka waktu lima tahun.
Perubahan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, akan membatasi pinjaman bank pembangunan multilateral ke China menjadi US$ 2 miliar untuk periode 2025 hingga 2031, dan berakhir setelahnya.
Baca Juga: Untung Besar! Trump Kantongi US$ 1,4 Miliar dari Bisnis Kripto di 2025
Pinjaman Bank Dunia ke China terus menurun, turun dari US$ 2,4 miliar per tahun pada tahun 2017 menjadi US$ 750 juta pada tahun 2025.
China keluar dari kelayakan pinjaman berdasarkan fasilitas Asosiasi Pembangunan Internasional Bank Dunia untuk negara-negara termiskin pada tahun 2000. China mulai berkontribusi pada fasilitas tersebut pada tahun 2007 dan kini menjadi donor terbesar kelima.
“China telah mencapai kemajuan pembangunan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir,” kata seorang pejabat Bank Dunia yang mengetahui masalah tersebut. “Sekarang kami mencapai fase baru dalam hubungan kami, yang mencerminkan kenyataan tersebut.”
AS dan negara-negara lain telah lama mendorong Bank Dunia untuk menghentikan pemberian pinjaman kepada China, mengingat kekuatan ekonomi China yang semakin besar. Pinjaman China yang terus menerus dari Bank Dunia dan lembaga-lembaga lain telah menjadi gangguan bagi pemerintahan Trump sejak masa jabatan pertamanya.
Bank Dunia bulan ini menyetujui perubahan serupa untuk Polandia, dengan mengakhiri pinjaman pembangunan ke negara tersebut setelah tahun 2031.
Juru bicara Departemen Keuangan AS menyebut langkah tersebut sebagai "sebuah langkah ke arah yang benar" dan mengatakan bahwa Washington berharap lembaga-lembaga lain dapat mengikuti jejaknya.
Baca Juga: Merger Getty Images dan Shutterstock Batal! Ini Penyebabnya
Sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, China seharusnya tidak menerima bantuan dari lembaga multilateral,” kata juru bicara tersebut.
Seorang pejabat senior AS mengatakan China seharusnya tidak memenuhi syarat untuk menerima pendanaan pembangunan mengingat besarnya perekonomian negara tersebut, dan menyerukan agar bantuan bagi China dari lembaga-lembaga lain seperti Asian Development Bank (ADB), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian, dan badan-badan PBB juga dihentikan.
Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.














