kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Apple Lobi Gedung Putih Beli Chip dari China, Meski Masuk Daftar Hitam Pentagon


Sabtu, 27 Juni 2026 / 11:05 WIB
Apple Lobi Gedung Putih Beli Chip dari China, Meski Masuk Daftar Hitam Pentagon
ILUSTRASI. Logo Apple (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Apple Inc. dilaporkan melobi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendapatkan izin membeli chip memori dari perusahaan China ChangXin Memory Technologies, meski perusahaan tersebut telah masuk daftar hitam Pentagon.

Laporan Financial Times yang dikutip Reuters pada Jumat (26/6/2026) menyebutkan pembuat iPhone itu telah mengajukan permohonan kepada Gedung Putih agar mendapat persetujuan khusus. Langkah ini bertujuan meredakan tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori yang terus melonjak.

Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, Apple mulai melakukan pendekatan ke Departemen Perdagangan Amerika Serikat lebih dari sebulan lalu. Perusahaan itu juga disebut telah berkomunikasi dengan sejumlah pejabat administrasi serta pihak terkait di Washington.

Baca Juga: Mengenal Viking Row, Selebrasi Suporter Norwegia yang Mendunia

Namun hingga kini, Gedung Putih, Apple, dan CXMT belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters di luar jam kerja.

Upaya lobi ini mencerminkan dilema besar yang dihadapi perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, di mana lonjakan biaya chip memori bertabrakan dengan pembatasan keamanan nasional Washington terhadap produsen semikonduktor China.

ChangXin Memory Technologies sendiri merupakan produsen chip memori terbesar di China dan sebelumnya telah ditetapkan sebagai perusahaan yang terkait dengan militer oleh Departemen Pertahanan AS pada era pemerintahan Joe Biden. 

Selain itu, perusahaan tersebut juga telah disetujui oleh komite antar-lembaga untuk dimasukkan ke dalam Entity List Departemen Perdagangan AS, yang membatasi ekspor teknologi Amerika ke perusahaan tersebut tanpa izin khusus—dan izin semacam itu biasanya sulit diberikan.

Di tengah tekanan biaya, Apple juga telah menaikkan harga iPad dan MacBook pada Kamis lalu, dengan alasan tidak lagi mampu menyerap kenaikan harga chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh lonjakan permintaan akibat pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Bukan Akademi Elite, Ini Rahasia Norwegia Lahirkan Erling Haaland


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×