Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga secangkir cappuccino di New York, Amerika Serikat (AS), menjadi sorotan setelah penyanyi Harry Styles mengeluhkan harga kopi yang dinilai semakin mahal.
Menurut dia, harga cappuccino yang mencapai US$ 10 atau sekitar US$ 10 per cangkir sudah tidak masuk akal.
Keluhan tersebut disampaikan Styles dalam salah satu konser terakhirnya di Madison Square Garden, New York.
Baca Juga: Bank Sentral Kerek Suku Bunga Tertinggi dalam 18 Tahun, Bursa Australia Berguguran
Penyanyi asal Inggris itu baru saja menyelesaikan rangkaian residensi sebanyak 30 pertunjukan di tempat tersebut.
“Ini cappuccino. Harganya tidak mungkin US$ 10,” ujar Styles dalam sebuah video yang diunggah penggemar ke media sosial.
Ia juga menyebut harga minuman berkafein di New York sebagai salah satu hal paling mengejutkan selama perayaan Halloween. Styles turut menyoroti mahalnya biaya tip yang biasanya dibayarkan pelanggan di AS.
Komentar tersebut memancing beragam reaksi dari penggemar. Sebagian mendukung keluhan Styles dan menilai harga US$ 10 untuk cappuccino, ditambah tip minimal 20%, memang terlalu mahal.
Namun, ada pula yang menganggap keluhan tersebut menggelitik mengingat Styles merupakan figur publik dengan kekayaan dan kesuksesan finansial yang besar.
Baca Juga: Pengangguran Selandia Baru Tembus 5,7%, Tertinggi dalam 11 Tahun
Sebagian penggemar bahkan balik menyoroti mahalnya harga tiket konser sang penyanyi.
Di luar perdebatan tersebut, kenaikan harga kopi memang menjadi bagian dari tekanan biaya hidup di AS.
Industri kopi dalam beberapa tahun terakhir menghadapi sejumlah tekanan biaya, mulai dari gangguan produksi akibat perubahan iklim di negara-negara produsen utama hingga kebijakan tarif impor AS yang sempat diberlakukan sebelum kemudian dicabut.
Data terbaru inflasi dari Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan, harga rata-rata satu pon kopi sangrai bubuk di sejumlah kota AS mencapai US$ 9,33 pada September 2026.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk bulan September dan melonjak 91% dibandingkan posisi pada 2020.
Baca Juga: Kebocoran Data Amadeus Meluas, 46.000 Pemesanan Singapore Airlines Terdampak
Kenaikan harga kopi pun menambah daftar pengeluaran rumah tangga yang menjadi perhatian masyarakat AS menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections.
Perusahaan-perusahaan kopi menyatakan telah menekan margin keuntungan selama periode kenaikan biaya untuk menahan lonjakan harga yang lebih besar di tingkat konsumen. Kini, pelaku industri mulai memasuki fase pemulihan margin keuntungan.













