kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Harga Kopi Vietnam Turun, Robusta Indonesia Malah Makin Premium


Kamis, 03 September 2026 / 17:46 WIB
Harga Kopi Vietnam Turun, Robusta Indonesia Malah Makin Premium
ILUSTRASI. Harga robusta Vietnam melemah akibat perdagangan lesu usai libur panjang, sementara premium kopi Indonesia naik di tengah kekhawatiran pasokan. (ChatGPT/Ai-Generated)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - HANOI. Harga kopi robusta Vietnam kembali melemah pada pekan ini. Aktivitas perdagangan masih lesu setelah libur panjang nasional, sementara stok yang terbatas dan permintaan yang belum pulih menahan transaksi.

Di kawasan Central Highlands, sentra utama produksi kopi Vietnam, petani menawarkan biji robusta di kisaran 91.200 dong-92.000 dong atau sekitar US$ 3,50-US$ 3,53 per kilogram.

Harga tersebut turun dari 95.700 dong-96.200 dong per kilogram pada pekan sebelumnya.

"Orang-orang belum kembali dari liburan. Pasar sangat sepi sekarang," ujar seorang pedagang kopi di kawasan tersebut, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Harga Kopi Vietnam Naik Meski Perdagangan Lambat, Biji Kopi Premium Indonesia Turun

Tekanan harga juga terlihat di pasar berjangka. Kontrak robusta November di bursa pada Rabu (2/9) ditutup turun US$14 menjadi US$3.392 per ton.

Seorang pedagang lainnya menawarkan kopi untuk pengiriman Desember dengan harga 89.500 dong per kilogram.

Meski perdagangan melambat, pelaku pasar Vietnam mulai mencemaskan prospek produksi.

Sejumlah petani melaporkan banyak buah kopi muda atau cherries yang rontok dari pohon. Kondisi ini berpotensi menekan produksi pada musim panen berjalan.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memperkirakan produksi Vietnam pada tahun panen berjalan relatif sama dengan musim sebelumnya. Namun, laporan mengenai rontoknya buah kopi muda membuat pelaku pasar tetap mewaspadai pasokan.

Di tengah tekanan harga domestik, kinerja ekspor kopi Vietnam masih tumbuh dari sisi volume. Data pemerintah menunjukkan ekspor kopi Vietnam mencapai 1,33 juta ton sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Harga Kopi Vietnam Stabil Kamis (20/8), Premium Robusta Indonesia Naik

Namun, kenaikan volume tersebut tidak diikuti nilai ekspor. Pendapatan ekspor kopi Vietnam justru turun 8,6% menjadi sekitar US$6 miliar.

Pada Agustus 2026 saja, Vietnam mengekspor 132.000 ton kopi, naik 13,7% secara tahunan.

Indonesia Berbeda

Berbeda dengan Vietnam, pasar kopi robusta Indonesia justru menunjukkan penguatan dari sisi premium harga.

Pedagang menawarkan biji robusta Sumatra dengan premium US$ 300 terhadap kontrak November pada pekan ini. Angka tersebut meningkat dari premium US$ 260 pada pekan sebelumnya.

Pedagang lainnya menawarkan biji kopi dengan premium US$ 200 terhadap kontrak Oktober, naik dari US$ 175 terhadap periode September pada pekan sebelumnya.

Kenaikan premium tersebut menunjukkan pasar memberikan nilai lebih tinggi untuk kopi robusta Indonesia di tengah kekhawatiran pasokan.

Di Lampung, salah satu sentra utama produksi robusta Indonesia, petani juga mulai menghadapi persoalan cuaca. Sejumlah buah kopi yang sedang berkembang dilaporkan mulai mengering akibat kondisi panas.

Dengan demikian, pergerakan pasar kopi di dua produsen utama Asia ini mulai menunjukkan arah berbeda.

Harga kopi Vietnam tertekan oleh perdagangan yang sepi, sedangkan robusta Indonesia mendapat premium lebih tinggi di tengah kekhawatiran terhadap kondisi produksi.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×