kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.142   28,00   0,16%
  • IDX 7.476   17,12   0,23%
  • KOMPAS100 1.033   3,44   0,33%
  • LQ45 745   -1,75   -0,23%
  • ISSI 269   0,64   0,24%
  • IDX30 400   -0,26   -0,06%
  • IDXHIDIV20 488   -2,61   -0,53%
  • IDX80 115   0,05   0,05%
  • IDXV30 135   -0,21   -0,15%
  • IDXQ30 129   -0,88   -0,68%

Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Senin (13/4) Pagi, Tertekan Dolar AS


Senin, 13 April 2026 / 08:46 WIB
Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Senin (13/4) Pagi, Tertekan Dolar AS
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah ke level terendah dalam hampir sepekan pada awal perdagangan Senin (13/4), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,1% ke US$ 4.694,30 per ons troi pada pukul 01.00 GMT, level terendah sejak 7 April.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 1,4% menjadi US$ 4.717,80 per ons troi.

Penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan logam mulia tersebut.

Indeks dolar tercatat menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus US$ 100 per barel turut memicu kekhawatiran inflasi.

Kenaikan ini dipicu rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu ekspor minyak Iran setelah negosiasi damai kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Sebelumnya, pasar memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada 2026, namun kini peluang tersebut semakin kecil seiring risiko inflasi yang meningkat.

Meski emas umumnya diuntungkan oleh kondisi inflasi tinggi sebagai aset lindung nilai, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, harga emas tercatat telah turun lebih dari 11%.

Dari sisi permintaan fisik, pembelian emas di India sempat meningkat menjelang festival penting, meskipun harga yang tinggi membatasi minat beli.

Sementara itu, di China, premi emas menyempit seiring melemahnya permintaan ritel.

Adapun kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, tercatat turun 0,1% menjadi 959,24 ton pada pekan lalu.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 1,9% menjadi US$ 74,45 per ons, platinum melemah 1,3% ke US$ 2.019,35, sementara paladium justru menguat 0,7% ke US$ 1.531,50 per ons.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×