kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Dekat


Jumat, 17 April 2026 / 17:34 WIB
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Dekat
ILUSTRASI. Presiden Trump mengklaim kesepakatan Iran-AS 'sangat dekat'. Simak poin-poin krusial negosiasi yang menentukan nasib ekonomi global. (REUTERS/Annabelle Gordon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dapat segera tercapai, meskipun waktu pastinya masih belum jelas.

Trump mengatakan gencatan senjata selama dua pekan yang akan berakhir pekan depan dapat diperpanjang. Namun, ia menilai langkah tersebut kemungkinan tidak diperlukan karena Teheran disebut ingin segera mencapai kesepakatan.

“Kita akan melihat apa yang terjadi. Tetapi saya pikir kita sangat dekat untuk membuat kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada wartawan.

Trump juga menyebut bahwa apabila kesepakatan tercapai dan ditandatangani di Islamabad, ia mungkin akan datang langsung untuk menghadiri penandatanganan tersebut.

Di Islamabad, lokasi perundingan akhir pekan lalu, pasukan keamanan terlihat berjaga di sejumlah jalur menuju ibu kota Pakistan. Namun, aktivitas bisnis tetap berjalan normal dan pemerintah belum mengeluarkan instruksi penutupan seperti pada pertemuan sebelumnya.

Baca Juga: Saham Netflix Anjlok: Rencana Kepergian Reed Hastings Guncang Valuasi Pasar

Konflik antara AS-Israel dan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan ribuan orang serta mengguncang stabilitas Timur Tengah. Konflik tersebut juga menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap potensi guncangan minyak terbesar dalam sejarah. Bahkan, International Monetary Fund pekan ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan risiko resesi apabila konflik berlangsung lebih lama.

Sekutu AS Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Prancis dan Inggris dijadwalkan memimpin pertemuan sekitar 40 negara pada Jumat untuk membahas upaya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz setelah konflik mereda.

Pertemuan ini bertujuan menunjukkan kepada AS bahwa sejumlah sekutu dekatnya siap membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut, tetapi hanya setelah pertempuran berhenti.

Menurut dokumen yang dikirim kepada negara-negara peserta, tujuan utama pertemuan adalah menegaskan dukungan diplomatik penuh terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.

Iran saat ini menutup sebagian besar akses Selat Hormuz bagi kapal selain miliknya sendiri. Di sisi lain, Washington juga menerapkan blokade terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Baca Juga: Karyawan SPBU TotalEnergies di Prancis Mogok, Protes Harga BBM dan Kenaikan Gaji

Sejak perang dimulai, hanya sedikit kapal yang berhasil melintasi selat tersebut, jauh di bawah rata-rata lebih dari 130 kapal per hari sebelum konflik.

Diplomasi Tertutup Menunjukkan Kemajuan

Sumber Pakistan yang terlibat dalam mediasi antara AS dan Iran menyebut terdapat kemajuan dalam diplomasi tertutup. Pertemuan berikutnya antara kedua pihak berpotensi menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman, sebelum tercapainya perjanjian komprehensif dalam 60 hari.

“Pada prinsipnya kedua pihak sudah sepakat. Detail teknis akan dibahas kemudian,” ujar sumber tersebut.

Salah satu isu paling krusial dalam negosiasi adalah program nuklir Iran. Dalam perundingan akhir pekan lalu, AS mengusulkan penghentian seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun.

Sebaliknya, Teheran mengusulkan penghentian selama tiga hingga lima tahun. Iran juga meminta pencabutan sanksi internasional, sementara Washington menekan agar uranium yang telah diperkaya tinggi dikeluarkan dari Iran.

Sejumlah sumber Iran menyebut ada peluang kompromi terkait stok uranium tersebut, dengan Teheran mempertimbangkan untuk mengirim sebagian persediaan ke luar negeri.

Gencatan Senjata Lebanon Mulai Berlaku

Baca Juga: Turki, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi Bertemu, Cari Cara Akhiri Perang Iran

Di sisi lain, gencatan senjata yang didukung AS antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada Jumat.

Kesepakatan ini bertujuan menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.

Pakistan selaku mediator menyebut gencatan senjata di Lebanon menjadi elemen penting dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik Iran.

Konflik di Lebanon kembali pecah pada 2 Maret setelah Hezbollah menembaki wilayah utara Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran. Serangan balasan Israel disebut telah menewaskan sekitar 2.000 orang.

Di beberapa wilayah Beirut, suara tembakan perayaan terdengar saat gencatan senjata mulai berlaku. Warga yang sempat mengungsi juga mulai kembali ke rumah mereka, meski masih dibayangi kekhawatiran bahwa gencatan senjata tersebut dapat sewaktu-waktu runtuh.

Di kota selatan Nabatieh yang hancur akibat perang, sebagian warga menyatakan akan tetap tinggal, sementara lainnya memilih pergi kembali karena kerusakan yang terlalu parah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×