kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Saham Netflix Anjlok: Rencana Kepergian Reed Hastings Guncang Valuasi Pasar


Jumat, 17 April 2026 / 17:11 WIB
Saham Netflix Anjlok: Rencana Kepergian Reed Hastings Guncang Valuasi Pasar
ILUSTRASI. Saham Netflix anjlok 10%


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga saham Netflix anjlok hampir 10% dalam perdagangan pra-pasar pada Jumat (17/4/2026) setelah ketua dan salah satu pendiri Netflix, Reed Hastings, mengungkapkan rencana untuk meninggalkan perusahaan.

Rencana Hastings untuk mundur ini datang pada saat krusial, karena pelopor streaming ini mencari jalan pertumbuhan baru setelah kesepakatan dengan Warner Bros Discovery gagal. 

Dalam surat kepada investor pada Kamis (16/4/2026), Netflix mengatakan Hastings tidak akan mencalonkan diri kembali pada rapat tahunan Netflix yang akan digelar pada Juni mendatang. Hastings pun berencana untuk fokus pada filantropi dan kegiatan lainnya.

"Ini adalah berita yang tak terduga, dan Hastings dipandang sebagai DNA perusahaan," kata Kathleen Brooks, direktur riset di XTB. 

Baca Juga: Karyawan SPBU TotalEnergies di Prancis Mogok, Protes Harga BBM dan Kenaikan Gaji

Hastings, yang ikut mendirikan perusahaan 29 tahun lalu, telah menjadi tulang punggung transformasi Netflix yang penuh gejolak dari bisnis DVD melalui pos menjadi raksasa streaming global dan mengarahkan perusahaan melewati hambatan strategis dan periode sulit seperti pandemi.

Hastings juga memimpin perang penawaran berisiko tinggi yang gagal awal tahun ini untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery, yang akan memberikan Netflix sejumlah waralaba berharga termasuk "Game of Thrones" dan "Friends".

"Kepergian Hastings dari Netflix telah mengguncang investor pada saat yang menarik bagi perusahaan," kata Brooks.

Langkah ini terjadi pada saat raksasa streaming tersebut menghadapi perlambatan pendapatan karena persaingan ketat yang telah mendorong pembuat "Stranger Things" untuk menjelajahi jalur pertumbuhan baru termasuk konten yang didukung iklan, siaran langsung olahraga, dan game.

"Meskipun sebagian dari penurunan valuasi tersebut juga disebabkan oleh kekecewaan investor atas kepergian Hastings dari bisnis ini, wajar untuk mengatakan bahwa Netflix biasanya tidak pernah mengecewakan dalam hal kekuatan pendapatan," kata Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell.

Saham Netflix telah turun lebih dari 18% sejak awal Desember, ketika pertama kali mengajukan penawaran untuk Warner Bros. Pada 26 Februari, perusahaan tersebut mengatakan akan "mundur dari kesepakatan" dan sejak saat itu, sahamnya telah naik 21%.

Baca Juga: Turki, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi Bertemu, Cari Cara Akhiri Perang Iran

Pada hari Kamis, Netflix mengumumkan kinerja positif setelah melampaui perkiraan pendapatan dan laba untuk kuartal I-2026. Namun, laba per saham untuk kuartal diproyeksi di bawah ekspektasi analis dan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang akan menjadi yang paling lambat dalam setahun, menurut data LSEG.

Investor kini sepenuhnya fokus pada pengembalian dari upaya agresif raksasa streaming tersebut untuk memperluas penawaran siaran langsungnya serta pertumbuhan pendapatan dari kenaikan harga.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×