Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan optimisme terhadap pembicaraan dengan Iran terkait upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam bulan.
Dalam wawancara dengan program FOX5 1-ON-1 bersama jurnalis FOX5 Las Vegas Tom Durian yang dipublikasikan pada Rabu (5/8/2026), Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran menunjukkan perkembangan yang baik, meski tidak mengungkapkan rincian pembahasannya.
Baca Juga: Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia, Rupiah Ikut Menguat terhadap Dolar AS
"Saya mendengar semuanya berjalan sangat baik," kata Trump.
Pernyataan tersebut mengulang optimisme yang beberapa kali disampaikan Trump sebelumnya, meskipun hingga kini kedua pihak belum mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik.
Trump juga kembali menyatakan bahwa kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi pasokan energi global yang ditutup Iran setelah perang dimulai, sudah semakin dekat.
"Saya tidak ingin membunuh orang dan menghancurkan segalanya. Itulah arah yang sebelumnya kami tuju. Mereka ingin bernegosiasi dan sekarang kami sedang melakukannya, dan tampaknya berjalan dengan sangat baik," ujar Trump.
Baca Juga: Sepertiga Ekspor Singapura ke AS Terdampak Tarif 12,5%, Nilainya Capai US$ 7,4 Miliar
Di sisi lain, sejumlah pakar hak asasi manusia mengecam ancaman Trump yang sebelumnya menyatakan kemungkinan menargetkan infrastruktur sipil Iran.
Iran juga telah memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat melaksanakan ancaman tersebut, Teheran akan membalas dengan menyerang infrastruktur penting di kawasan.
Konvensi Jenewa 1949 yang mengatur hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap fasilitas yang dianggap penting bagi kehidupan warga sipil.
Sejumlah pakar hukum internasional di Amerika Serikat bahkan menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Perang Iran dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Bursa Australia Cetak Rekor Tertinggi Kamis (6/8), Reli Saham Tambang Topang ASX 200
Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Sejak konflik pecah, serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
