Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Kontroversi dugaan campur tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keputusan disiplin FIFA di Piala Dunia 2026 belum mereda.
Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memastikan akan mengajukan laporan resmi kepada FIFA terkait kasus pencabutan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
NFF menilai keputusan FIFA tersebut tidak hanya mencederai prinsip keadilan dalam sepak bola, tetapi juga membuka ruang bagi intervensi politik dalam proses pengambilan keputusan organisasi sepak bola dunia.
Baca Juga: Pajak AS Bisa Pangkas Hadiah Juara Piala Dunia Spanyol hingga Rp268,5 Miliar
Norwegia Akan Ajukan Pengaduan Etik ke FIFA
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, mengatakan kasus Balogun akan dibahas dalam rapat dewan federasi sebelum diajukan sebagai pengaduan etik kepada FIFA.
Menurutnya, perubahan keputusan disiplin karena tekanan dari pihak luar merupakan preseden yang berbahaya bagi sepak bola internasional.
"Ketika sebuah aturan dibelokkan seperti ini, kita berada di jalan yang licin dan berisiko membahayakan integritas permainan. Sangat mengkhawatirkan jika aturan dasar sepak bola dikompromikan," ujar Klaveness kepada The Times.
Ia menegaskan keputusan tersebut seharusnya tidak pernah terjadi.
"Yang terpenting sekarang adalah adanya komunikasi yang jujur. Kita semua tahu keputusan ini dipengaruhi kekuatan dari luar dan tidak melalui proses yang semestinya. Pemimpin FIFA harus mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan," katanya.
Klaveness juga mengingatkan FIFA agar tidak memberi ruang bagi campur tangan politik dalam urusan sepak bola.
Klaveness menilai terlalu banyak pelatih, pemain, dan suporter yang merasa keputusan FIFA dalam kasus Balogun sudah melewati batas.
Baca Juga: FIFA Umumkan 11 Pemain Terbaik Piala Dunia 2026: Ada Messi hingga Vozinha
Kasus Folarin Balogun Jadi Pemantik
Kontroversi ini bermula saat Folarin Balogun menerima kartu merah langsung ketika Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Sanksi tersebut membuat Balogun dipastikan absen pada laga 16 besar melawan Belgia, bahkan berpotensi melewatkan pertandingan perempat final apabila Amerika Serikat lolos.
Namun, FIFA kemudian mengambil keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman kartu merah Balogun selama satu tahun.
Keputusan itu membuat sang penyerang tetap dapat memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia.
Belakangan, muncul laporan yang menyebut keputusan tersebut diambil setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump bahkan mengunggah ucapan terima kasih kepada FIFA melalui media sosial karena telah membatalkan apa yang disebutnya sebagai "ketidakadilan besar".
Laporan lain juga menyebut keputusan penangguhan hukuman itu diambil langsung oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali.
Baca Juga: 10 Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Ikut Tersalip













