Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Slavko Vincic menjadi sosok yang mencuri perhatian setelah FIFA menunjuknya sebagai wasit final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.
Penunjukan tersebut menjadi pencapaian terbesar sepanjang karier wasit asal Slovenia itu setelah lebih dari satu dekade memimpin pertandingan-pertandingan elite di level internasional.
Jadi, siapakah sosok wasit istimewa ini? Mari simak profil, rekam jejak, hingga kontroversi yang pernah melibatkan Slavko Vincic.
Baca Juga: Murid Tantang Guru: Kisah Scaloni vs De la Fuente di Final Piala Dunia 2026
Profil Slavko Vincic
Dalam catatan resmi FIFA, Slavko Vincic merupakan wasit berkebangsaan Slovenia yang lahir di Maribor pada 25 November 1979.
Pria berusia 46 tahun itu telah menyandang lisensi FIFA sejak 2010 dan dikenal sebagai salah satu wasit paling berpengalaman di Eropa.
Sepanjang kariernya, Vincic telah memimpin lebih dari 500 pertandingan profesional, mulai dari kompetisi domestik Slovenia hingga berbagai turnamen besar di bawah naungan UEFA dan FIFA.
Pada final Piala Dunia 2026 nanti, ia akan dibantu dua asisten senegaranya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, sedangkan wasit asal Yordania Adham Makhadmeh ditunjuk sebagai ofisial keempat.
Vincic dikenal sebagai wasit yang relatif tenang dalam mengeluarkan kartu.
Sepanjang lima pertandingan yang dipimpinnya di dua edisi Piala Dunia, ia rata-rata hanya mengeluarkan sekitar tiga kartu kuning per laga.
Bahkan, hingga sebelum pertandingan Meksiko melawan Ekuador di Piala Dunia 2026, ia belum pernah mengeluarkan kartu merah dalam turnamen besar level internasional.
Kartu merah pertamanya di ajang tersebut baru diberikan kepada bek Ekuador, Piero Hincapie, setelah mendapat rekomendasi VAR untuk meninjau ulang insiden dengan Santiago Gimenez.
Baca Juga: Rekor Gila Argentina di Semifinal Piala Dunia Berlanjut usai Singkirkan Inggris
Rekam Jejak Slavko Vincic
Nama Slavko Vincic sudah lama menjadi langganan FIFA dan UEFA untuk memimpin pertandingan-pertandingan besar.
Ia pernah menjadi wasit pada final Liga Europa 2022 antara Eintracht Frankfurt melawan Rangers, kemudian dipercaya memimpin final Liga Champions 2024 saat Real Madrid menghadapi Borussia Dortmund.
Selain itu, ia juga telah memimpin puluhan pertandingan Liga Champions dan Liga Europa, termasuk fase gugur kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Di level tim nasional, Vincic telah bertugas dalam dua edisi Piala Dunia dan dua edisi Piala Eropa.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia memimpin laga Argentina kontra Arab Saudi serta Wales melawan Inggris pada fase grup.
Sementara di Piala Dunia 2026, ia dipercaya memimpin tiga pertandingan, yakni Brasil vs Maroko, Yordania vs Aljazair, dan Meksiko vs Ekuador pada babak 16 besar.
Baca Juga: Pemain Argentina Angkat Spanduk Malvinas Usai Kalahkan Inggris, Langgar Aturan FIFA?
Catatan Saat Memimpin Laga Spanyol dan Argentina
Menjelang final Piala Dunia 2026, statistik Vincic saat memimpin pertandingan kedua finalis juga menarik perhatian.
Mengutip laporan ESPN, ia baru satu kali menjadi wasit pertandingan Argentina, yakni ketika Lionel Messi dan kawan-kawan secara mengejutkan kalah 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022.
Sebaliknya, Spanyol memiliki catatan positif bersama Vincic.
Ia sudah lima kali memimpin pertandingan La Furia Roja, mulai dari laga persahabatan melawan Kolombia pada 2017, Euro 2020 kontra Swedia, semifinal UEFA Nations League 2023 menghadapi Italia, hingga dua pertandingan Euro 2024 melawan Italia dan Prancis.
Dalam lima pertandingan tersebut, Spanyol tidak pernah menelan kekalahan.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kematian Jayden Adams, Ini Rekam Jejak Sang Bintang Afrika Selatan
Kontroversi yang Pernah Melibatkan Slavko Vincic
Meski dikenal sebagai wasit berpengalaman, perjalanan karier Vincic tidak lepas dari kontroversi.
Salah satu yang paling disorot terjadi pada perempat final Liga Champions musim lalu ketika Bayern Munchen menghadapi Real Madrid.
Saat itu, Vincic mengusir Eduardo Camavinga setelah memberikan kartu kuning kedua pada menit-menit akhir pertandingan. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Real Madrid.
Pelatih Real Madrid saat itu, Alvaro Arbeloa, menilai pelanggaran Camavinga tidak layak berujung kartu kuning kedua.
Di sisi lain, Vincic juga pernah mendapat pujian dari Jose Mourinho. Ketika dipercaya memimpin laga Galatasaray kontra Fenerbahce pada 2025, Mourinho yang saat itu menangani Fenerbahce memuji kepemimpinan wasit asal Slovenia tersebut.
"Penampilan wasit benar-benar luar biasa. Saya rasa orang yang paling bertanggung jawab membuat pertandingan berjalan baik adalah sang wasit," ujar Mourinho, dikutip ESPN.
Kini, seluruh perhatian akan tertuju kepada Slavko Vincic saat memimpin laga terbesar dalam kariernya, yakni final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Baca Juga: Kontroversi FIFA soal Balogun, Kasus Cristiano Ronaldo Kembali Diungkit













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
