Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Keputusan FIFA yang membebaskan Folarin Balogun dari hukuman larangan bermain menuai kontroversi di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Striker Amerika Serikat itu sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.
Berdasarkan regulasi Piala Dunia, kartu merah tersebut membuat Balogun otomatis harus menjalani skorsing satu pertandingan.
Reuters melaporkan, FIFA melalui Komite Disiplin memutuskan menangguhkan pelaksanaan hukuman selama satu tahun, sehingga Balogun tetap bisa memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Baca Juga: Intervensi Trump, UEFA Kecam FIFA yang Tangguhkan Larangan Bermain Folarin Balogun
Mengapa Balogun Tetap Diizinkan Bermain?
FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan kewenangan kepada badan yudisial untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman disiplin, baik sebagian maupun seluruhnya.
Artinya, kartu merah Balogun tetap tercatat, tetapi larangan bermainnya tidak langsung diberlakukan.
Hukuman tersebut baru akan berlaku jika dalam masa percobaan ia kembali melakukan pelanggaran serupa.
Keputusan ini menjadi sorotan karena sebelumnya FIFA menyatakan hukuman kartu merah di Piala Dunia bersifat otomatis.
Baca Juga: Trump Minta FIFA Tinjau Kartu Merah Striker AS Folarin Balogun
Cristiano Ronaldo Pernah Mengalaminya
Pada November tahun lalu, Cristiano Ronaldo menerima kartu merah saat membela Portugal dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Republik Irlandia setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Dara O'Shea.
Sesuai aturan, Ronaldo semestinya menjalani hukuman tiga pertandingan. Jika diberlakukan penuh, ia akan melewatkan laga terakhir babak kualifikasi dan dua pertandingan pertama Portugal di fase grup Piala Dunia 2026.
Namun FIFA hanya memberlakukan satu pertandingan larangan bermain. Dua laga sisanya ditangguhkan selama satu tahun sehingga Ronaldo tetap bisa tampil sejak awal Piala Dunia.
Mengutip The Guardian, saat itu FIFA menyebut status Ronaldo yang baru pertama kali menerima kartu merah dalam 225 penampilan bersama timnas senior menjadi salah satu pertimbangan pemberian keringanan.
Selain Ronaldo, kebijakan serupa juga pernah diterapkan kepada Laurent Koscielny, Mario Mandzukic, dan Phillip Cocu dalam kasus berbeda sebelum Piala Dunia.
Baca Juga: Piala Dunia Geger: Keputusan FIFA Cabut Hukuman Kartu Merah Balogun Panen Kecaman
Kasus Balogun Dinilai Lebih Kontroversial
Meski memiliki kemiripan dengan kasus Ronaldo, banyak pihak menilai keputusan terhadap Balogun jauh lebih kontroversial.
Alasannya, keputusan itu diambil saat Piala Dunia sedang berlangsung, sehingga langsung memengaruhi pertandingan babak gugur Amerika Serikat melawan Belgia.
Kontroversi juga semakin besar setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kartu merah Balogun.
Setelah keputusan diumumkan, Trump menyambut baik langkah FIFA tersebut.
Hingga kini FIFA belum menjelaskan secara rinci alasan mengapa Balogun memperoleh penangguhan hukuman.
Akibatnya, keputusan tersebut memicu kritik dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Belgia yang mempertanyakan konsistensi penerapan aturan disiplin selama Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Tangguhkan Kartu Merah bagi Pemain AS, UEFA Kecam Keras Keputusan FIFA














