kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.016   35,00   0,19%
  • IDX 5.862   -13,50   -0,23%
  • KOMPAS100 761   -3,79   -0,50%
  • LQ45 578   -3,52   -0,61%
  • ISSI 204   0,15   0,07%
  • IDX30 327   -1,99   -0,60%
  • IDXHIDIV20 403   -3,03   -0,74%
  • IDX80 86   -0,45   -0,52%
  • IDXV30 110   -0,54   -0,49%
  • IDXQ30 105   -0,89   -0,83%

FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Balogun, Trump Disebut Berperan di Baliknya


Senin, 06 Juli 2026 / 10:32 WIB
FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Balogun, Trump Disebut Berperan di Baliknya
ILUSTRASI. Intervensi Donald Trump di balik penangguhan kartu merah Balogun. Keputusan FIFA memicu perdebatan sengit. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – WASHINGTON/SEATTLE. Piala Dunia kembali diwarnai kontroversi setelah FIFA mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menangguhkan pelaksanaan hukuman larangan bermain akibat kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Keputusan tersebut membuat Balogun tetap bisa memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada laga babak 16 besar yang berlangsung Senin (6/7/2026).

Keputusan itu diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali kasus kartu merah Balogun.

Langkah FIFA langsung memicu sorotan dunia. Proses disipliner badan sepak bola dunia itu menjadi perhatian internasional dan memancing protes keras dari Belgia. Perdebatan pun bergeser dari soal taktik dan strategi pertandingan menjadi hubungan antara otoritas sepak bola dunia dengan kekuatan politik.

Dalam hitungan menit setelah keputusan diumumkan, polemik tersebut menjadi salah satu isu terbesar sepanjang turnamen. Berbagai media olahraga, acara diskusi, hingga mantan pemain memperdebatkan apakah FIFA telah menegakkan keadilan atau justru melemahkan aturan yang dibuatnya sendiri.

Baca Juga: Korea Selatan Buka Perdagangan Won 24 Jam, Upaya Tarik Investor Global

Seiring munculnya berbagai pertanyaan mengenai proses pengambilan keputusan tersebut, FIFA tidak memberikan tanggapan atas sejumlah permintaan komentar dari Reuters terkait keputusan tersebut maupun percakapan antara Trump dan Infantino.

Balogun Tetap Bisa Bermain Meski Kartu Merah Tidak Dicabut

Balogun mencetak gol ketiganya di Piala Dunia saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina. Namun, pada babak kedua ia mendapat kartu merah setelah menginjak pergelangan kaki pemain Bosnia, Tarik Muharemovic.

Penyerang berusia 25 tahun itu diusir keluar lapangan setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menilai pelanggaran tersebut tidak layak diganjar kartu merah.

Menurut sumber yang mengetahui percakapan tersebut, Donald Trump kemudian menghubungi Gianni Infantino dan meminta FIFA meninjau kembali keputusan kartu merah tersebut.

FIFA akhirnya memutuskan Balogun tetap dapat tampil, meskipun kartu merahnya tidak dibatalkan.

Dalam pernyataannya, FIFA menjelaskan, "Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bermain tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun."

FIFA menambahkan, "Apabila Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keseriusan yang serupa selama masa percobaan tersebut, penangguhan akan dicabut dan hukuman akan diberlakukan, tanpa mengurangi kemungkinan adanya sanksi tambahan atas pelanggaran baru tersebut."

Berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, badan peradilan FIFA memiliki kewenangan untuk menangguhkan pelaksanaan suatu sanksi disiplin, baik seluruhnya maupun sebagian.

Trump Sebut FIFA Memperbaiki Ketidakadilan

Donald Trump menyambut positif keputusan tersebut. "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan memperbaiki ketidakadilan yang besar," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Juli 2026: Total Kekayaan Tembus US$2,9 Triliun

Sementara itu, Gedung Putih turut merayakan kembalinya Balogun ke skuad Amerika Serikat melalui unggahan di platform X dengan tulisan, "USA-USA-USA."

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat menerima keputusan FIFA. Rekan-rekan setim Balogun mengaku baru mengetahui kabar tersebut melalui media sosial saat dalam perjalanan menuju sesi latihan menjelang pertandingan melawan Belgia di Seattle.

Penyerang Amerika Serikat Christian Pulisic mengatakan, "Kami baru mengetahuinya saat sedang menuju ke sini. Awalnya kami berpikir, 'Benarkah? Apa ini nyata?' Lalu kami sadar, 'Ini benar-benar kabar yang luar biasa.'"

Mauricio Pochettino juga menyambut baik keputusan FIFA dalam konferensi pers di Seattle.

"Saya rasa 99,9% orang di dunia sepak bola mengatakan bahwa ini adalah hukuman yang tidak adil. Ada preseden sebelumnya yang memungkinkan pelaksanaan hukuman ditangguhkan dan dijalankan di kemudian hari. Jadi saya tidak mengerti mengapa banyak orang terkejut," ujarnya.

Ia menambahkan, "Hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan sesuatu yang luar biasa atau hanya terjadi kepada kami. Banyak pemain lain di Piala Dunia ini juga tidak langsung menjalani hukuman. Saya senang dengan keputusan ini karena hukuman tersebut memang tidak adil."

Belgia Protes Keras Keputusan FIFA

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan "terkejut" atas keputusan FIFA yang mengizinkan Balogun tampil melawan Belgia. Organisasi tersebut juga menyatakan tengah mempelajari seluruh opsi yang tersedia.

Dalam keterangannya, RBFA menyatakan, "FIFA mendasarkan keputusannya pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Ketentuan tersebut memang menyebutkan bahwa Komite Disiplin FIFA dapat memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin yang telah dijatuhkan."

Namun RBFA menilai ketentuan tersebut bertentangan dengan Pasal 66 ayat 4 Kode Disiplin FIFA.

"Pasal tersebut secara jelas menyatakan bahwa kartu merah secara otomatis mengakibatkan hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya, sebagaimana telah diterapkan terhadap seluruh kartu merah yang dikeluarkan sepanjang Piala Dunia ini," kata RBFA.

Baca Juga: Prospek Suku Bunga AS Melunak, Harga Emas Bertahan di Dekat Puncak Dua Pekan

Menurut federasi tersebut, keputusan FIFA juga bertentangan dengan regulasi turnamen.

RBFA mengutip Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia FIFA yang berbunyi, "Apabila seorang pemain atau ofisial tim dikeluarkan dari lapangan akibat kartu merah langsung maupun kartu merah tidak langsung (akumulasi kartu kuning), maka yang bersangkutan secara otomatis harus menjalani larangan bermain pada pertandingan berikutnya timnya."

Ada Preseden Serupa di Masa Lalu

Meski menuai kontroversi, FIFA sebelumnya pernah menggunakan kewenangan serupa.

Kapten Portugal Cristiano Ronaldo tetap dapat tampil pada pertandingan pembuka Piala Dunia setelah FIFA menangguhkan dua pertandingan terakhir dari hukuman larangan bermain tiga laga yang diterimanya akibat kartu merah pada laga kualifikasi melawan Irlandia tahun lalu.

Di sisi lain, gelandang Qatar Assim Madibo justru dijatuhi hukuman lima pertandingan setelah menerima kartu merah akibat tekel keras yang menyebabkan gelandang Kanada Ismael Kone mengalami cedera serius pada fase grup Piala Dunia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×