kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.010   29,00   0,16%
  • IDX 5.895   19,12   0,33%
  • KOMPAS100 766   1,14   0,15%
  • LQ45 582   -0,08   -0,01%
  • ISSI 205   1,28   0,63%
  • IDX30 329   -0,44   -0,13%
  • IDXHIDIV20 405   -1,00   -0,25%
  • IDX80 87   0,01   0,01%
  • IDXV30 110   -0,07   -0,06%
  • IDXQ30 106   -0,39   -0,37%

Prospek Suku Bunga AS Melunak, Harga Emas Bertahan di Dekat Puncak Dua Pekan


Senin, 06 Juli 2026 / 08:31 WIB
Prospek Suku Bunga AS Melunak, Harga Emas Bertahan di Dekat Puncak Dua Pekan
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bertahan di dekat level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Senin (6/7/2026).

Logam mulia ini mendapat dukungan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Senin (6/7), OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi

Mengutip Reuters, hingga pukul 00.28 GMT, harga emas spot stabil di US$ 4.175,02 per ons troi. Sebelumnya, harga emas mencatat kenaikan lebih dari 2% sepanjang pekan lalu, mengakhiri tren penurunan selama empat pekan berturut-turut.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 1,5% menjadi US$ 4.186,80 per ons troi.

Sentimen positif bagi emas muncul setelah data pada Kamis lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat melambat tajam pada Juni. Selain itu, data penciptaan lapangan kerja dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah.

Kondisi tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin sehingga pelaku pasar mengurangi ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini berada di kisaran 55%, turun dari lebih dari 60% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Secara umum, prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca Juga: Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Neymar Isyaratkan Pensiun dari Timnas

Investor menanti risalah rapat The Fed

Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan moneter The Fed yang berlangsung pada 16–17 Juni, yang akan dirilis pada Rabu pekan ini.

Dokumen tersebut menjadi risalah pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dan diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Di sisi lain, analis JPMorgan menilai permintaan emas dari sejumlah sektor utama kemungkinan tidak akan sekuat perkiraan sebelumnya.

Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas akan mencapai sekitar US$ 4.300 per ons pada kuartal III-2026 dan meningkat menjadi US$ 4.500 per ons pada kuartal IV-2026.

Di pasar fisik, permintaan emas di India kembali melemah pada Jumat setelah sempat meningkat di awal pekan. Pelemahan terjadi seiring kenaikan harga emas dari level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Gelombang Lock-up IPO Terbesar Menghampiri Hong Kong, Investor Diminta Waspada

Sebaliknya, minat beli emas fisik di China menunjukkan sedikit perbaikan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 62,48 per ons, memperpanjang reli menjadi lima hari berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni.

Sementara itu, harga platinum menguat 0,4% menjadi US$ 1.645,05 per ons, sedangkan palladium naik 0,1% ke US$ 1.275,18 per ons. Keduanya berada di jalur kenaikan harian keempat secara berturut-turut.




TERBARU

[X]
×