kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga Jumat (10/4), Dipicu Prospek Suku Bunga AS


Jumat, 10 April 2026 / 15:11 WIB
Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga Jumat (10/4), Dipicu Prospek Suku Bunga AS
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah tipis pada Jumat (10/4/2026), tertekan penguatan dolar AS dan ketidakpastian terkait gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meski begitu, logam mulia ini tetap berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,2% ke level US$ 4.752,67 per ons troi, namun masih mencatat kenaikan sekitar 1,6% sepanjang pekan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,9% ke US$ 4.776,60 per ons.

Baca Juga: Harga Tembaga Sentuh Level Tertinggi 3 Pekan Jumat (10/4), Cermati Negosiasi AS-Iran

Penguatan indeks dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Analis pasar keuangan Capital.com Kyle Rodda mengatakan, pasar masih berada dalam fase wait and see akibat ketidakjelasan arah gencatan senjata di Timur Tengah, khususnya dampaknya terhadap pasar energi.

Sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, harga emas sempat turun sekitar 10%, seiring lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi di AS.

Namun, prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi faktor penopang utama emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding), emas cenderung diuntungkan saat suku bunga turun.

Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian, terutama setelah Washington menuduh Teheran melanggar komitmen terkait jalur energi di Selat Hormuz.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Catat Kinerja Terbaik 5 Tahun pada Jumat (10/4), Ini Sentimennya

Di sisi lain, harga minyak Brent crude justru turun lebih dari 11% sepanjang pekan, didorong optimisme bahwa gencatan senjata dapat membuka kembali jalur distribusi energi global.

Rodda menilai, jika konflik kembali memanas, harga emas berpotensi turun ke kisaran US$ 4.000 per ons.

Sebaliknya, jika perdamaian tercapai, harga emas berpeluang menembus level psikologis US$ 5.000 per ons.

Dari sisi data ekonomi, indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, naik 2,8% secara tahunan pada Februari, sesuai ekspektasi pasar.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) AS untuk Maret guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Catat Kinerja Terbaik Sejak 2024 pada Jumat (10/4)

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 31%, naik dari 20% pada sesi sebelumnya.

Di pasar fisik, permintaan emas di India meningkat menjelang festival penting, sementara di China, premi emas menyempit seiring melambatnya permintaan ritel.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 0,5% ke US$ 75,48 per ons troi, sementara platinum turun 2,5% ke US$ 2.049,84 dan paladium melemah 0,3% ke US$ 1.552,59.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×